Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Serangan Gelombang Panas, Inggris Keluarkan Darurat Tertinggi untuk Pertama Kalinya

MINGGU, 17 JULI 2022 | 07:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gelombang panas yang menyerang Eropa mendorong Inggris mengeluarkan keadaan darurat "merah", atau peringatan tingkat tinggi, untuk pertama kalinya.

Gelombang panas yang berkelanjutan memicu kebakaran hutan, menyebabkan kematian terkait panas dan memecahkan rekor di Eropa Barat.

Pihak berwenang Inggris mengeluarkan peringatan karena suhu dapat mencapai 104 derajat Fahrenheit di Inggris selatan, dengan tertinggi Juli di tahun 70-an. Ini adalah pertama kalinya ramalan seperti itu dibuat di daerah tersebut.


Peringatan, yang dikeluarkan untuk pertama kalinya pada , merupakan peningkatan dari peringatan kuning yang telah diberlakukan hingga akhir Selasa.

"Luar biasa, mungkin memecahkan rekor, suhu kemungkinan terjadi pada hari Senin, kemudian lagi pada hari Selasa," kata Kantor Met  Inggris.

Kantor Met mengatakan pihaknya memperkirakan efek kesehatan akan dialami di seluruh populasi, tidak terbatas pada mereka yang paling rentan terhadap panas ekstrem, yang menyebabkan penyakit serius atau bahaya bagi kehidupan.

Penumpang kereta bawah tanah London Underground disarankan untuk tidak melakukan perjalanan pada hari Senin dan Selasa, karena panas diperkirakan akan mempengaruhi rel dan dapat menyebabkan penundaan, kata pihak berwenang.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya