Berita

Para demonstran menduduki kediaman Presiden Sri Lanka di Kolombo pada 9 Juli 2022/Net

Dunia

Setelah Semua Kekacauan Terjadi, Siapa Selanjutnya Pemimpin Sri Lanka?

SABTU, 16 JULI 2022 | 11:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah selama sepekan lebih para demonstran menuntut Presiden turun dari jabatannya, akhirnya Ketua Parlemen menerima pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa pada Kamis (14/7).

Namun, setelah pengunduran diri itu, ada ketidakpastiaan tentang bagaimana masa depan Sri Lanka, apakah ini semua akan menciptakan kekosongan kekuasaan sehingga menyebabkan lebih banyak kekacauan, atau akan membuka jalan baru yang baik bagi Sri Lanka bersama dengan Presiden terpilih?

Persaingan untuk kursi Presiden dikabarkan semakin memanas, setidaknya sudah ada empat kandidat yang akan maju pada 20 juli mendatang.


Di antara empat kandidat tersebut, Ranil Wickremesinghe yang saat ini masih menjabat sebagai Perdana Menteri juga turut mencalonkan diri.

Dikutip dari News18, Wickremesinghe telah berkampanye untuk dijadikan pilihan yang tepat, karena menurutnya yang paling memiliki pemahaman yang baik tentang kondisi Sri Lanka dan bisa menyelamatkan negara dari krisis saat ini adalah dirinya sendiri.

Mantan kepala Angkatan Darat Field Marshal Sarath Fonseka yang sangat terkenal di Sri Lanka juga siap mencalonkan diri atas undangan dari Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP), setelah sebelumnya pada 2010, ia juga sempat mencalonkan diri melawan Mahinda Rajapaksa, namun terhenti karena ia mengalami kekalahan. Setelah kekalahannya ini, Mahinda pernah menahannya sebagai tahanan politik atas tuduhan korupsi terkait pengadaan militer dan makar.  

Pesaing lainnya adalah Sajith Premadasa, putra dari mantan presiden Ranasinghe Premadasa, yang merupakan Pemimpin Oposisi di Sri Lanka. Dikabarkan partainya ini memiliki 50 anggota di parlemen, setidaknya Sajith hanya akan membutuhkan tambahan suara sekitar 113 untuk bisa menduduki jabatan Presiden tersebut.

Pemimpin sayap kiri Sri Lanka Janatha Vimukthi Peramuna(JVP) atau Front Pembebasan Rakyat, Dissanayake Mudiyanselage Anura Kumara juga ikut serta menawarkan opsi partainya sebagai pilihan alternatif terbaik.

Dissanayake dikenal sebagai politisi muda yang berapi-api, yang telah turut serta mengambil alih Rajapaksa. Ia memulai pidato yang kuat dan persuasif tentang kemampuannya yang bisa memulihkan ekonomi Sri Lanka dalam kurun waktu enam bulan.

Atas pidatonya tersebut, Wickremesinghe menyerangnya dengan mengatakan bahwa ia siap mundur jika Dissanayake dapat melakukan seperti yang dijanjikan.

Di antara empat kandidat tersebut, Wickremesinghe dan Fonseka disebut-sebut menduduki suara terbanyak sebagai calon presiden.

“Sampai sekarang, dia (Ranil Wickremesinghe) adalah penjabat presiden dan setiap keputusan yang dia buat sangat penting bagi rakyat Sri Lanka. Pertanyaannya adalah apakah dia akan mampu menjadi presiden yang efektif dan memulihkan ekonomi Sri Lanka,” kata seorang pemimpin UNP yang tidak mau disebutkan namanya.

Para pengamat politik, berharap agar tiap calon merencanakan dengan solid solusi untuk menghadapi kekacauan di Sri Lanka. Presiden dan PM yang akan terpilih nanti, keduanya akan dihadapkan pada tugas besar yang tidak mudah untuk kembali membangun Sri Lanka  mengatasi kekurangan makanan, bahan bakar dan pasokan medis, mengurangi batas inflasi hingga 55% dan yang paling penting adalah menghidupkan kembali ekonomi dan mengurangi utang.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya