Berita

(Tengah) Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela untuk Asia, Timur Tengah dan Oseania, Capaya Rodriguez/RMOL

Dunia

Wamenlu Venezuela: Selama 20 Tahun, Kami Telah Menjadi Objek Permusuhan

JUMAT, 15 JULI 2022 | 11:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Venezuela bertekad untuk tetap menjadi negara yang bebas, berdaulat, dan mandiri. Meski selama puluhan tahun, Venezuela telah menjadi target berbagai tindakan permusuhan.

Begitu yang dikatakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela untuk Asia, Timur Tengah dan Oseania, Capaya Rodriguez setelah berziarah ke Taman Makam Pahlawan, Kalibata pada Jumat pagi (15/7).

"Negara saya telah menjadi objek permusuhan terus-menerus, yang selama 20 tahun terakhir telah terwujud dalam upaya kudeta, pembunuhan presiden, invasi, promosi kekerasan untuk menghasilkan perang saudara, dan membenarkan intervensi asing," ujarnya.


Rodriguez menyebut, Venezuela telah menjadi sasaran "pengepungan sistematis" lewat sanksi dengan tujuan untuk menjatuhkan rezim.

"Negara saya telah menjadi objek lebih dari 500 tindakan pemaksaan sepihak, yang secara keliru disebut sebagai 'sanksi', yang sangat mempengaruhi perekonomian kami," tambahnya.

Kendati begitu, ia menuturkan, krisis yang ditimbulkan oleh serangan sanksi justru menguji ketahanan Venezuela. Sehingga Venezuela dapat melakukan perlawanan dengan fokus pada produksi dan pembangunan sosial-ekonomi.

"Hari ini, dengan bangga, kita dapat mengatakan bahwa kita telah mengatasi kesulitan ini, dengan upaya berkelanjutan dari rakyat kita," tegas Rodriguez.

Kunjungan Rodriguez bersama Duta Besar Venezuela Radames Jesus Gomez Azuaje ke Taman Makam Pahlawan merupakan bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan ke-211 untuk Venezuela yang jatuh pada 5 Juli lalu.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya