Berita

Makam Keramat Syekh Bayanilah Sampiran Kabupaten Cirebon/RMOLJabar

Nusantara

Pemilu 2024 Sudah Menjelang, Makam Keramat Ini Mulai Ramai Dikunjungi Caleg

KAMIS, 14 JULI 2022 | 15:15 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pesta demokrasi di negeri ini yang sudah mulai menghangat berdampak terhadap situasi di makam keramat Syekh Bayanillah di Desa Sampiran, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Makam ini dikabarkan sudah mulai ramai didatangi orang-orang yang akan bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Seperti dituturkan tokoh masyarakat Desa Sampiran, Bambang Supriyanto, untuk memenuhi segala kebutuhan, manusia akan berusaha baik melalui gerak jasmani maupun gerak rohani, bisa melalui cara spritual ataupun mistis.

"Melalui cara-cara spiritual ini, manusia berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tujuan untuk mencapai sesuatu yang berkenan dengan kebutuhannya," tuturnya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (14/7).


Menurut Bambang, makam keramat Syekh Bayanilah memang kerap menjadi incaran para pejabat atau calon pejabat, terutama menjelang masa pemilihan umum. Mulai dari pejabat tingkat desa, kabupaten/kota, bahkan level nasional pernah datang berziarah

"Mau pemilihan lurah, dewan, bupati, walikota itu ya ramai. Mereka kalau ke sini malam," bebernya.

Bambang kemudian menjabarkan tata cara ritual yang biasanya dilakoni pejabat. Setelah mengambil wudhu, mereka lalu menuju makam keramat Syekh Bayanilah, dan berdoa dengan dipimpin jurukunci makam. Walaupun hanya berdoa di depan pintu makam yang tertutup, tidak mengurangi kekhusyukan.

"Setelah berwudhu, mereka berdoa di depan makam Syekh Bayanilah, walaupun pintunya tertutup, tetap tidak mengurangi kekhusyukan dalam memanjatkan doa meminta kemudahan dan kelancaran keinginan menuju kursi legislatif," terangnya.

Sosok Syekh Bayanillah sendiri merupakan guru spritual kedua kakak beradik yakni Raden Walangsungsang dan Nyi Mas Rarasantang dalam menimba ilmu agama Islam.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya