Berita

Bendera negara-negara G20/Net

Politik

Indonesia Harus Manfaatkan Sisa Waktu Pimpin G20 untuk Perbesar Pengaruh

KAMIS, 14 JULI 2022 | 11:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kesempatan menjadi ketua G20 harus dapat dimanfaatkan Indonesia dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kekuasaan dan pengaruh di tingkat global. Apalagi, G20 adalah forum yang terbilang strategis untuk membangun masa depan perekonomian dunia.

Begitu kata Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan (PPP) Pascasarjana Universitas Nasional, Robi Nurhadi dalam kuliah umum bertema "Refleksi Polugri Era Presidensi G20" yang diselenggarakan pada Rabu (13/7).

Dia mengingatkan bahwa masa kepemimpinan Indonesia di G20 tinggal hitungan bulan saja. Sehingga, peluang yang masih dimiliki harus dimanfaatkan dengan baik.


"G20 merepresentasikan 80 persen ekonomi dunia, 70 persen perdagangan internasional dan 60 persen populasi dunia. Kita juga memasuki abad kejayaan Asia karna 55 persen dana global telah disalurkan ke Asia," tekannya.

Menurutnya, forum G20 yang diakomodir Indonesia tidak hanya mempertemukan negara-negara ekonomi saja, melainkan juga membawa kedamaian dan stabilitas di tengah gejolak peperangan yang terjadi di beberapa negara anggota.

Melalui peran di G20 dan diplomasi perdamaian Presiden Jokowi di Ukraina, Robi melihatnya peluang bagi Indonesia untuk melakukan akumulasi power dan pengaruh di dunia internasional.

Saran Robi, Indonesia memaksimalkan forum G20 dengan fokus pada isu-isu multilateralisme dan kerjasama ekonomi untuk ketahanan pangan dan peningkatan energi.

"Jangan sampai pertemuan ini menjadi ajang pertarungan dan adu kepentingan antara negara-negara di tengah perang," tambahnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya