Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Uni Eropa Sudah Bekukan Total Rp 207 Triliun Aset Milik Rusia Sejak Perang

RABU, 13 JULI 2022 | 08:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejak Moskow meluncurkan invasi ke Rusia, Uni Eropa telah membekukan aset Rusia senilai 13,8 miliar euro atau setara dengan Rp 207 triliun. Itu termasuk aset dari oligarki, individu, dan entitas yang dikenai sanksi.

"Untuk saat ini, kami telah membekukan dana yang berasal dari oligarki dan entitas lain senilai 13,8 miliar euro, itu cukup besar," kata Komisaris Kehakiman Uni Eropa, Didier Reynders pada Selasa (12/7).

Ia mengatakan, sebagian besar aset berada di lima dari 27 negara anggota Uni Eropa. Sejauh ini, Uni Eropa memiliki 98 entitas dan hampir 1.160 individu Rusia ynag masuk daftar hitam.


"Tetapi sebagian besar, lebih dari 12 miliar berasal dari lima negara anggota sehingga kami perlu terus meyakinkan orang lain untuk melakukan hal yang sama," jelas Reynders, seperti dikutip Reuters.

Reynders menuturkan, pada musim panas nanti pihaknya akan membuat hukum baru agar mengekang pengelakan sanksi dengan mentransfer aset kepada anggota keluarga yang tidak dikenai sanksi.

"Jika demikian, uang itu akan dikembalikan ke dana untuk rakyat Ukraina, untuk mengembalikan uang itu kepada rakyat Ukraina setelah penyitaan aset," tambahnya.

Negara-negara Barat sendiri berusaha menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk membangun kembali Ukraina setelah perang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya