Berita

Aksi unjuk rasa di Sri Lanka untuk menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe/Net

Dunia

Sri Lanka Dilanda Protes Tak Terkendali, KBRI Kolombo Minta WNI Hindari Kerumunan Massa

SENIN, 11 JULI 2022 | 22:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Krisis ekonomi parah yang memicu aksi unjuk rasa besar-besaran di Sri Lanka membuat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kolombo mengeluarkan imbauan bagi warga negara Indonesia (WNI).

Direktur Perlindungan WNI di Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha menuturkan KBRI Kolombo telah meminta 340 WNI yang tinggal menetap di Sri Lanka untuk membatasi perjalanan ke luar rumah selama aksi unjuk rasa berlangsung.

"Menghindari kerumunan massa dan wilayah-wilayah yang menjadi konsentrasi aksi unjuk rasa," kata Judha kepada Kantor Berita Politik RMOL pada Senin (11/7).


Para WNI juga diminta untuk tidak terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam aksi unjuk rasa, serta segera menghubungi KBRI Kolombo apabila menghadapi permasalahan melalui sambungan hotline di nomor (94) 77 277 3123.

Berdasarkan data dari KBRI Kolombo, tercatat ada 340 WNI yang saat ini menetap di Sri Lanka.

"Semuanya dalam keadaan baik serta termonitor kondisinya oleh KBRI," ucap Judha.

Aksi unjuk rasa besar-besaran melanda Sri Lanka pada Sabtu (9/7) untuk menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.

Para pengunjuk rasa telah menduduki Istana Presiden, kediaman resmi Perdana Menteri, dan juga menguasai Kantor Sekretariat Presiden yang terletak di Galle Face Green, area yang menjadi pusat konsentrasi massa pelaku unjuk rasa.

Kendati begitu, Judha menuturkan, situasi keamanan di ibukota Kolombo secara umum dapat dikatakan masih kondusif.

Terdapat sejumlah korban luka akibat unjuk rasa tersebut namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

"Tidak terdapat informasi mengenai WNI yang terlibat atau terluka dalam unjuk rasa tersebut," imbuhnya.

Sejak krisis ekonomi berlangsung di Sri Lanka, ia mengatakan, KBRI juga menyalurkan bantuan logistik bagi WNI yang paling terdampak.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya