Berita

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe/Net

Dunia

Nasionalis China Garis Keras Rayakan Pembunuhan Shinzo Abe di Media Sosial

MINGGU, 10 JULI 2022 | 09:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kematian mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang dibunuh pada Jumat pagi (8/7) justru dirayakan oleh nasionalis China garis keras di media sosial mereka, Weibo.

Hal itu lantaran masih banyaknya sentimen anti-Jepang di China. Beberapa berakar pada konflik dua negara, hingga perang di masa lalu.

Akibatnya, banyak orang China yang masih merasakan kebencian terhadap Jepang atas kejahatan perang yang merebut sebagian besar daratan Tiongkok.


Di Weibo, kabar pembunuhan Abe disambut oleh warganet di China.

"Nasionalis China di Weibo mulai merayakan penembakan mantan PM Jepang Abe selama kampanye hari ini. Mereka menyebut penyerang sebagai 'pahlawan'," kata seorang seniman dan aktivis China, Badiucao pada Jumat.

Ia kemudian mengunggah ulang sebuah unggahan dari WeChat yang populer di China.

"Saya harap adalah PM Jepang saat ini tertembak, dan juga dari Korea," salah satu tulisan.

Sementara unggahan lain membahas guyonan tentang makan semangkuk nasi ekstra untuk merayakan kematian Abe.

Badiucao juga memposting tangkapan layar dari balasan Twitter

"Abe sudah mati, ini seperti, buka sampanye," cuitan tersebut.

"Saya benci pemerintah negara saya, tetapi itu tidak menghentikan saya untuk mencintai negara saya atau merayakan kematian Abe. Bagus untuk mati. Sampanye pop! selesai," tambahnya.

Beberapa tulisan lain seperti "Saya menunggu kematian Abe", "Saya ingin menyumbangkan uang untuk penyerang," hingga "Ini adalah berita bagus," juga bermunculan di Weibo.

Abe dibunuh dengan ditembak dua kali ketika memberikan pidato di Kota Nara, Jepang pada Jumat pukul 11.30 waktu setempat. Abe dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter dan kemudian meninggal pada pukul 17.03 waktu setempat.

Tersangka adalah Tetsuya Yamagami, pria 41 tahun yang ditangkap di tempat kejadian. Menurut laporan media lokal, Yamagami merupakan mantan anggota Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dari 2002-2005.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya