Berita

Kepala Kepolisian Prefektur Nara, Tomoaki Onizuka/Net

Dunia

Kepala Polisi Nara Jepang Akui Kecacatan Keamanan Sebabkan Pembunuhan Shinzo Abe

MINGGU, 10 JULI 2022 | 06:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pembunuhan terhadap mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tidak lain merupakan kecacatan dari sistem keamanan yang dimiliki oleh negeri sakura, khususnya Prefektur Nara, lokasi peristiwa tersebut.

Kepala Kepolisian Prefektur Nara, Tomoaki Onizuka mengakui adanya masalah dalam sistem keamanan dan penjagaan hingga membuat pembunuh berada cukup dekat hingga dapat melepaskan tembakan dari senjata rakitannya terhadap Abe.

Hal itu disampaikan oleh Onizuka dalam konferensi pers pada Sabtu (9/7) waktu setempat. Ia mengatakan peristiwa yang dialami Abe merupakan tanggung jawabnya.


"Saya percaya tidak dapat disangkal bahwa ada masalah dengan langkah-langkah penjagaan dan keamanan," ujarnya, seperti dikutip NTD.

"Saya merasakan tanggung jawab yang besar," tambahnya.

Sambari membungkuk, Onizuka mengatakan dia merasa bersalah dan menghadapi penyesalan terbesar selama 27 tahun ia mengabdi.

Lebih lanjut, ia bersumpah untuk melakukan tinjauan menyeluruh dan menerapkan setiap perubahan yang diperlukan demi mengurangi risiko tragedi serupa di masa depan.

“Apakah itu pengaturan, tanggap darurat, atau kemampuan individu, kita masih harus mencari tahu. Secara keseluruhan, ada masalah dan kami akan meninjau dari setiap perspektif, ” tegasnya.

Abe ditembak ketika memberikan pidato kampanye untuk Partai Demokratik Liberal di Nara pada Jumat pagi (8/7) waktu setempat. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri dan mengalami pendarahan.

Setelah berada dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif, PM Jepang terlama itu kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Jumat sore waktu setempat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya