Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Satrinda

SABTU, 09 JULI 2022 | 04:18 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

ADAKAH yang salah dengan fatwa MUI soal kurban sapi yang terkena wabah PMK?

”Syarat hewan kurban adalah sehat dan tidak cacat. Kalau sapinya lagi kena PMK, berarti tidak sehat. Tapi, kalau sapinya sudah sembuh dari PMK, berarti sehat.”

Apakah makan daging sapi yang terkena virus PMK berbahaya? ”Tidak. Virus PMK tidak bisa hidup di inang yang ada di manusia. Bahkan, virus PMK tidak bisa hidup di inang sapi selain di mulut dan kuku.”
Berarti, tidak benar teman saya muntaber karena makan rujak cingur? ”Mungkin karena lebih banyak cabainya daripada cingur dan lontongnya.”

Berarti, tidak benar teman saya muntaber karena makan rujak cingur? ”Mungkin karena lebih banyak cabainya daripada cingur dan lontongnya.”


Apakah sapi yang terkena virus PMK perlu divaksin PMK? ”Tidak perlu. Sia-sia. Yang perlu divaksin adalah sapi sehat. Itu pun munculnya antibodi pada sapi yang divaksin adalah 14 hari.”

Adakah obat yang perlu diminumkan pada sapi yang terkena PMK?

”Kurang efektif. Bagian kuku sapi adalah bagian yang kurang mendapat aliran darah yang cukup. Pengaruh obat seperti itu kurang bisa sampai ke bagian kuku. Itulah sebabnya, obat yang saya temukan berupa salep.”

Virus PMK sudah pula sampai ke Bali. Berarti, tinggal satu langkah lagi sampai ke Australia. Apakah berita seperti itu tidak berlebihan?

”Tidak berlebihan. Sangat mungkin akan masuk juga ke Australia. Karena itu, Australia akan sangat ketat menjaga lalu lintas manusia, hewan, dan barang yang masuk ke Australia. Komoditas daging sangat memengaruhi ekonomi Australia.”

Apakah virus PMK membuat sapi mati?

”Tidak. Virus itu menyerang mulut, membuat sapi tidak bisa makan. Kurus. Lalu mati. Virus yang menyerang kuku membuat sapi tidak bisa berdiri. Karena itu, selama sapi sakit, harus digelogokkan bubur atau cairan protein dan vitamin. Sapi akan sehat lagi.”

Apakah wabah PMK masih memburuk di Indonesia? ”Pengetahuan peternak kita kian baik. Itu sangat membantu penanganan wabah ini.”

Apakah disinfektan bisa membunuh virus MPK? ”Tidak. Disinfektan yang banyak beredar sekarang ini tidak bisa membunuh virus PMK.”

Apa yang bisa membunuh? ”Cairan yang pH-nya rendah.”

Seberapa rendah pH yang diperlukan? ”Serendah 3 atau 4.”

Air sumur kita sekarang ini pH-nya berapa? ”Sekitar 7.”

Kalau air keran? ”Sekitar 8.”

Ke mana peternak membeli cairan pH rendah? ”Bisa bikin sendiri. Mudah sekali. Tidak usah beli.”
Bagaimana caranya? ”Saya tidak mau ngajari. Biar petani semakin mandiri. Pasti bisa. Harus cari tahu. Lewat HP saja bisa.”

Bagaimana cara cairan pH rendah bisa menyembuhkan yang di mulut? ”Harus dibuat yang food grade.”

Apakah virus PMK juga bisa menyerang jenis sapi bali? ”Virus PMK bisa menyerang semua binatang berkuku genap. Sapi, babi, kambing, domba. Tapi, virus jembrana hanya menyerang jenis sapi bali.”
Ada virus jembrana? ”Kita pernah mengalami wabah virus jembrana. Tahun 1964. Hanya menyerang jenis sapi bali. Termasuk sapi bali di Sumatera.”

Kenapa disebut virus jembrana? ”Ditemukan pertama di Kabupaten Jembrana, Bali.”

Parah mana dengan wabah PMK sekarang? ”Parah yang dulu.”

Apakah virus itu sekarang masih ada? ”Masih. Karena tidak pernah ditangani dengan tuntas.”

Saya tidak perlu menjelaskan siapa yang menjawab pertanyaan-pertanyaan saya itu. Anda sudah tahu: drh Indro Cahyono. Alias Indro Cuci Hidung. Atau Indro Protokol Rakyat.
Yang menarik, Indro ternyata menganut pemikiran bahwa indra manusia itu ada enam. Bukan lima. Pancaindra itu kurang lengkap. Harus ditambah pemikiran.
Apakah adanya ajaran pancaindra itu yang menyebabkan kita kurang berpikir?

”Pemikiran itu mutlak ada karena diciptakan Tuhan, Pak. Tinggal manusianya mau memakai atau tidak.”

Tidak hanya itu. Di antara indra yang kita punya itu pun penggunaannya kurang dibuat seimbang.

”Kita terlalu mengandalkan indra penglihatan. Akibatnya, kita terlalu terpengaruh pada pesan visual.”

Di antara enam indra itu, seharusnya, indra penciuman yang diutamakan.

”Penciuman yang bisa memilah mana yang tipuan dan mana yang benar. Mana yang bahaya dan mana yang aman. Seperti pada hewan.”
Menurut Indro, kalau manusia lebih banyak menggunakan penciuman, manusia itu lebih sulit untuk bisa di-PHP.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya