Berita

Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal saat menyampaikan orasi ilmiah di hadapan wisudawan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim/Ist

Presisi

Kapolda Riau Paparkan Strategi Wujudkan Stabilitas Keamanan di Hadapan Wisudawan UIN Sultan Syarif Kasim

RABU, 06 JULI 2022 | 19:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal menyampaikan orasi ilmiah kepada para wisudawan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau.

Dalam orasinya itu, Iqbal menyampaikan pokok-pokok pikirannya terkait bagaimana membangun stabilitas keamanan dan pemulihan ekonomi di wilayah hukum Polda Riau melalui konsep presisi.

Iqbal menegaskan bahwa stabilitas kemanan merupakan isu yang sangat penting, kontekstual dan menjadi isu utama pembangunan di setiap negara dan belahan dunia saat ini.


“Stabilitas keamanan bernilai strategis karena menjadi modal utama terselenggaranya pembangunan ekonomi,” kata Iqbal dalam orasi ilmiahnya pada Rabu (6/7).

Mantan Kadiv Humas Polri ini turut membeberkan tantangan di lingkungan strategis (lingstra) baik dari sisi global, yaitu adanya invasi Rusia kepada Ukraina, pengaruh perang dagang antara Tiongkok dengan Amerika Serikat hingga pandemi Covid-19 dan perubahan iklim.

Sementara di regional, adanya ketegangan di Laut China Selatan, konflik perbatasan dan persaingan di bidang ekonomi, kata Iqbal juga harus turut menjadi perhatian.

Dari sisi nasional, Iqbal mengingatkan bahwa tahun 2022 menjelang 2024 telah masuk tahun politik. Di fase ini, ungkap Iqbal akan marak dukungan terhadap sosok-sosok Capres, wacana penundaan pemilu hingga kelompok yang melakukan gugatan Presidential Thereshold (PT).

“Belum lagi, gangguan KKB di Papua dan pihak-pihak yang mengancam keutuhan NKRI. Dan Indonesia sebagaimana kita ketahui bersama tengah menjadi Presidensi G20,” beber Iqbal.

Selain itu, Iqbal turut membuka bagaimana strategi dirinya sebagai Kapolda dalam menciptakan stabilitas keamanan guna menjaga iklim investasi di Provinsi Riau. Jebolan Akpol 1991 ini menguraikan, setidaknya ada tiga isu penting dalam mewujudkan stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Riau.

Antara lain, dengan memahami secara utuh atas isu-isu terkini mengenai masalah sosial yang tumbuh dan berkembang di kehidupan masyarakat. Kemudian kedua, lanjut Iqbal, kemampuan dalam mengelola dan mengendalikan isu-isu masalah sosial secara profesional dan proroporsional sangatlah diperlukan.

Serta yang tidak kalah pentingnya, kata dia, ialah responsif dan adaptif terhadap perubahan lingkungan sosial di sekitar.

Karena, lebih dalam Iqbal menjelaskan, dengan stabilitas keamanan yang terbangun dalam suatu wilayah maka dapat menciptakan daya tarik tersendiri bagi iklim investasi dan aktivitas perekonomian lainnya.

Hal ini, ungkap dia, telah dibuktikan oleh realiasai investasi dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau yang tetap survive di tengah pandemi Covid-19.

“Pada triwulan I tahun 2022, Provinsi Riau untuk pertama kalinya memecahkan rekor peringkat tiga besar nasional sebagai provinsi tertinggi kontribusi untuk negara dengan nilai investasi mencapai Rp 2,2 triliun,” demikian Iqbal.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya