Berita

Pertemuan virtual APRCPRK bersama organisasi persahabatan dan solidaritas dengan rakyat Korea lainnya pada 3 Juli 2022/Net

Dunia

Dorong Reunifikasi Korea, APRCPRK Desak AS Segera Akhiri Kebijakan Bermusuhan

SELASA, 05 JULI 2022 | 08:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bangsa Korea tengah memperingati 50 tahun upaya reunifikasi, yaitu disepakatinya dokumen bersejarah North-South Joint Statement pada 4 Juli.

Dalam rangka peringatan tersebut, Asia-Pacific Regional Committee for the Peaceful Reunification of Korea (APRCPRK) menggelar pertemuan virtual pada Minggu (3/7).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh berbagai organisasi persahabatan dan solidaritas dengan rakyat Korea itu, kemudian dihasilkan sejumlah permohonan untuk memastikan perdamaian dan keamanan Semenanjung Korea.


"Kami meminta AS dan sekutu-sekutunya menarik kebijakan bermusuhan mereka terhadap RRDK (Republik Rakyat Demokratik Korea)," kata APRCPRK di situs resminya.

Organisasi tersebut menilai, perpecahan dua negara Korea merupakan hasil paksaan dari pasukan asing. Di samping itu, kebijakan bermusuhan yang ditunjukkan oleh AS telah menciptakan situasi yang tidak stabil di kawasan.

"Marilah kita, siapa saja yang menginginkan perdamaian dan stabilitas dunia, bergabung dengan perhatian penuh pada upaya untuk membubarkan 'Komando PBB' yang dipimpin AS, alat untuk memperparah situasi di semenanjung Korea dan menarik kekuatan militer di Korea Selatan, sambil mendesak penghentian total semua jenis latihan militer gabungan yang agresif," lanjut APRCPRK.

Dikatakan, tatanan internasional yang adil tidak akan pernah dapat ditegakkan dan perdamaian sulit terwujud di dunia ini jika berkomplot dan membiarkan manuver-manuver kebijakan bermusuhan.

"Mari kita ulurkan dukungan dan solidaritas positif dengan rakyat Korea dalam perjuangan mereka yang adil untuk membangun masyarakat ideal," tambah APRCPRK.

Dalam hal ini, APRCPRK juga mengajak dunia untuk ikut mendukung perjuangan rakyat Korea mencapai reunifikasi independen dengan berpegang teguh pada Tiga Prinsip Reunifikasi, yaitu independen, perdamaian, dan persatuan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya