Berita

Presiden Joko Widodo menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow/Net

Politik

Komunikolog Sentil Pembully Jokowi saat Ke Ukraina dan Rusia

SENIN, 04 JULI 2022 | 15:41 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Bullyan terhadap Presiden Joko Widodo ketika mengunjungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin sangat disayangkan.

Komunikolog politik nasional Tamil Selvan menyatakan, meski Ukraina membantah pernyataan Presiden Joko Widodo soal titipan pesan kepala negaranya untuk Presiden Rusia Vladimir Putin, namun hal tersebut bukan jadi alasan untuk membully Presiden Jokowi.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Tamil ini,  masyarakat Indonesia harusnya membela Jokowi, sebab Jokowi merupakan simbol harga diri bangsa Indonesia yang harus di junjung tinggi di dunia Internasional.


“Jokowi adalah martabat bangsa di mata dunia, jangankan benar salah pun harus kita bela, ini soal kedaulatan negara," kata Tamil kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/7).

Menurut Kang Tamil, Uraina adalah negara yang tidak paham etika mediasi. Sebab dalam sebuah mediasi ada pesan-pesan di ruang privat yang dirangkai untuk menyentuh kedua belah pihak sehingga ditemukan jalan damai.

"Jangankan memediasi negara, memediasi orang saja kita perlu merangkai kata untuk menenangkan ego kedua pihak. Jadi pesan itu benar disampaikan, namun di ruang publik Ukraina sengaja membantah karena tidak ingin terlihat kalah. Ini urusan ego, netizen ini yang tidak paham," jelasnya tegas.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan bahwa para tokoh-tokoh bangsa di Indonesia bisa memberi contoh yang baik dengan tidak mencari-cari kesalahan Jokowi untuk kepentingan politik praktis.

"Kalau bicara politik, saya pun tidak sejalan dengan arah politik Jokowi. Tapi ini bicara marwah bangsa. Tokoh-tokoh kita pun janganlah mencari kesempatan dalam hal begini, jadilah contoh baik," tandasnya.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya