Berita

Loya Jirga yang digelar pada Agustus 2020, di bawah pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.Net

Dunia

Loya Jirga Berakhir, Ulama dan Sesepuh Afghanistan Kompak Minta Dunia Akui Pemerintahan Taliban

MINGGU, 03 JULI 2022 | 07:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Loya Jirga atau majelis agung ulama, yang pertama kalinya digelar setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan, telah berakhir.

Pertemuan besar selama tiga hari tersebut diikuti oleh para ulama dan tetua di Afghanistan. Diperkirakan terdapat 3.000 pria, tanpa wanita, yang menghadirinya.

Sebuah resolusi dihasilkan selama akhir pertemuan pada Sabtu (2/7). Isinya adalah dorongan agar dunia mengakui Imarah Islam Afghanistan yang dikelola oleh Taliban.


“Pembentukan sistem Islam di Afghanistan yang merupakan hasil dari pengorbanan dan penderitaan rakyat kami selama lebih dari empat dekade telah menjamin keadilan, perdamaian dan keamanan di negara ini, dan layak mendapat dukungan," kata resolusi yang dikutip ANI News.

"Kami tidak hanya mendukung, tetapi juga mempertahankannya sebagai agama kami dan kewajiban negara," tambah resolusi tersebut.

Disebutkan agar negara-negara tetangga, kawasan, dan dunia untuk saling menghormati. Juga ditekankan bahwa Afghanistan tidak akan digunakan untuk melawan negara mana pun atau membiarkan siapapun ikut campur dalam urusan dalam negeri.

Resolusi itu juga meminta warga Afghanistan untuk setia terhadap pemimpin tertinggi pemerintahan Taliban, Mullah Hibatullah Akhundzada, serta penerapan Syariah atau hukum Islam di negara itu.

Di samping itu, resolusi tersebut juga berisi posisi untuk menolak ISIS, mendukung larangan terhadap budidaya opium dan produksi narkoba, hingga perdagangan bertentangan dengan ajaran Islam.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya