Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Mantan Tentara Korsel Tidak Menyesal Melanggar UU untuk Pergi dan Membantu Perang Ukraina

SENIN, 27 JUNI 2022 | 15:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang mantan pasukan angkatan laut Korea Selatan bertekad akan membantu Ukraina dalam melawan invasi Rusia, sekalipun hal itu akan membahayakan dirinya sendiri.

Ken Rhee, seorang mantan perwira perang khusus, yang belakangan menjadi seorang YouTuber, merasa sangat terpanggil ketika pada awal Maret lalu Presiden Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa Ukraina membutuhkan banyak sukarelawan asing untuk bertempur di medang perang.

Ia kemudian mendaftar untuk menjadi sukarelawan perang di Kedutaan Besar Ukraina di Seoul.  


"Jahat sekali jika saya tidak menggunakan keahlian saya untuk membantu," katanya mengungkapkan alasannya mengapa ia ingin berjuang di Ukraina, seperti ditulis oleh AFP.

Itu berarti dia harus melanggar hukum Korea Selatan, di mana pemerintah melarang warganya bepergian ke Ukraina setelah Rusia meluncurkan invasinya. Selama memimpin patroli operasi khusus di Ukraina, Rhee terluka karena jatuh saat memimpin pasukan. Rhee kemudian dipulangkan ke negaranya.

Rhee memiliki 700.000 pengikut di akun Instagramnya. Ia banyak memosting pengalamannya selama di Ukraina dan membuatnya semakin populer. Ia mengaku sama sekali tidak menyesali keputusannya untuk pergi menjadi sukarelawan di Ukraina.

"Anda sedang berjalan di pantai dan Anda melihat tanda di tepi air yang mengatakan 'dilarang berenang' -- tetapi Anda melihat seseorang tenggelam. Saat itu, adakah yang lebih jahat dari tidak membantu orang yang tenggelam? Begitulah cara saya melihatnya," katanya kepada AFP.

Rhee lahir di Korea Selatan tetapi dibesarkan di Amerika Serikat. Dia menghabiskan pendidikannya di Institut Militer Virginia dan berencana untuk bergabung dengan pasukan angkatan laut Amerika. Namun, ayahnya meyakinkan putranya untuk kembali ke Korea Selatan dan menjadi tentara di sana.

Rhe memiliki banyak pengalaman dalam peperangan. dia juga telah melakukan beberapa tugas di zona perang di Somalia dan Irak sebelum pergi untuk mendirikan konsultan pertahanan.

"Saya memiliki keahlian. Saya memiliki pengalaman. Saya berada dalam dua perang yang berbeda, dan pergi ke Ukraina. Saya tahu saya dapat membantu," katanya.

Ia mengakui ia telah melanggar undang-undang paspor Korea Selatan untuk pergi ke Ukraina.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya