Berita

Audiensi Dewan Pers dengan Kapolri/Ist

Presisi

Dewan Pers dan Mabes Polri Sepakat Cegah Polarisasi di Pemilu 2024, Azyumardi: Jangan Pakai Diksi yang Memecah Belah

RABU, 22 JUNI 2022 | 00:51 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Berkaca dari pelaksanaan Pemilu 2019, mungkin sekali polarisasi di tengah masyarakat akan kembali terjadi sepanjang pelaksanaan Pemilu 2024 nanti.

Polarisasi politik dimaksud seringkali dipicu oleh informasi-informasi  yang tidak benar dan beredar di tengah masyarakat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Seakan-akan informasi tersebut adalah karya jurnalistik, namun sesungguhnya bukan.

Potensi polarisasi dan upaya mitigasi menjadi pokok pembicaraan dalam pertemuan antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Dewan Pers Prof. Azyumardi Azra, Selasa siang (21/6). Pertemuan dilakukan di ruang kerja Kapolri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.


Ketua Dewan Pers Asyumardi Azra didampingi Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, anggota Dewan Pers Yadi Hendriana, Arif Zulkifli, Totok Suryanto, Ninik Rahayu, dan Sapto Anggoro.

Dalam pertemuan, Dewan Pers dan Mabes Polri sepakat untuk menyusun sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi payung kerjasama di antara kedua lembaga seperti pertukaran informasi, sosialisasi dan edukasi mencegah polarisasi saat pemilu.

“Dibutuhkan kesepahaman terkait dengan pemberitaan, terkait juga dengan hal-hal yang saat ini dilaksanakan oleh Polri dan biasa dikenal dengan cooling system untuk mencegah terjadinya polarisasi yang akan memecah belah persatuan anak-anak bangsa,” ujar Kapolri sambil menambahkan bahwa polarisasi tersebut seringkali dipicu oleh penggunaan politik identitas.

“Ke depan tantangan kita akan semakin besar. Kita butuh mengurangi potensi-potensi perpecahan, dan ini selalu saya sampaikan setiap saat kita bertemu dengan seluruh elemen masyarakat, seluruh tokoh, khusus kali ini hal-hal tersebut jadi konsen kita," ujar Sigit.

Sigit menambahkan, kerjasama yang lebih intens sangat dibutuhkan untuk menghadapi kondisi ketidakpastian akibat dampak global. Dengan kekuatan persatuan dan kesatuan, maka Indonesia bisa menghadap situasi perkembangan global dan mempertahankan posisi dan eksistensi Indonesia di kancah dunia.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Azyumardi Azra dan anggota Dewan Pers yang telah bertamndang ke kantornya, seraya berjanji akan terus bersinergi mendukung kemitraan antara pers, dan kepolisian.

“Kerjasama ini penting karena kita sama-sama selalu berada di lapangan, bersama baik dalam situasi yang tentunya butuh keberadaan kita," demikian Kapolri dalam jumpa pers usai pertemuan.

Adapun Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra mengatakan bahwa Dewan Pers dan Polri memiliki keinginan yang sama untuk menjaga kohesi sosial atau keutuhan sosial.

"Kita ingin masyarakat kita tidak terpecah belah, dan oleh karena itu kita di Dewan Pers berharap agar kawan-kawan media tidak memakai diksi-diksi yang memecah belah anak bangsa yang selama ini masih dipakai, kita harapkan itu tidak dipakai lagi," ujar mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini.

Azyumardi juga berharap terjadi peningkatan kualitas jurnalistik dalam rangka menjaga dan mencegah terjadinya penyebaran hoaks atau informasi bohong yang dapat menyebabkan perpecahan bangsa.

“Kita berharap pelayanan yang diberikan adalah pelayanan yang berdasarkan pada jurnalisme yang terverifikasi. Bukan dilakukan oleh orang-orang yang menggunakan jurnalistik untuk kepentingan tertentu, seperti kepentingan ekonomi dan lainnya," demikian Ketua Dewan Pers.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya