Berita

Operasi Patuh Jaya/Net

Presisi

Operasi Patuh Jaya Dimulai, Kakorlantas Polri Imbau Polisi Jangan Cari-cari Kesalahan

SENIN, 13 JUNI 2022 | 13:11 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Anggota polisi lalu lintas diminta untuk tidak mencari-cari kesalahan para pengendara kendaraan bermotor saat melakukan Operasi Patuh Jaya 2022.

Imbauan ini disampaikan langsung Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Firman Santhyabudi kepada petugas yang menjalankan operasi tersebut mulai 13 Juni 2022 sampai dengan 26 Juni 2022.

"Saya harapkan tidak ada terkesan mencari-cari kesalahan, saya minta komunikasikan dengan baik, sehingga masyarakat bisa mengerti," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/6).


Sebaliknya, Firman meminta peran media massa untuk menyebarkan informasi soal Operasi Patuh Jaya kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat menyiapkan perlengkapan berkendara sebelum berangkat beraktivitas.

"Kia bisa meminta bantuan teman-teman media untuk memastikan apa tujuan kita, apa kegiatan yang kita laksanakan," katanya.

Dengan begitu, Firman menyebut tujuan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada pengguna jalan serta menyadarkan masyarakat dalam tertib berlalu lintas semakin tinggi.

Untuk wilayah Polda Metro Jaya, Operasi Patuh Jaya 2022 mulai tanggal 13 Juni 2022 sampai 26 Juni 2022 di Kota Tangerang, Jakarta Raya, Tangerang Selatan, Bekasi, dan Depok. 

Dalam operasi ini ada delapan poin penting yang wajib diperhatikan oleh pengendara agar tidak terkena tilang. 

1. Knalpot bising atau tidak standar melanggar Pasal 285 ayat 1 Jo pasal 106 ayat 3 dengan sanksi kurungan penjara 1 bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu. 

2. Kendaraan menggunakan rorator yang tidak sesuai peruntukkan melanggar Pasal 287 ayat 1 dengan sanksi kurungan penjara 1 bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu. 

3. Balap liar melanggar Pasal 297 Jo Pasal 115 huruf b dengan sanksi kurungan penjara paling lama 1 tahun atau denda Rp 3 juta.

4. Kendaraan yang melawan arus melanggar Pasal 287 dengan denda paling banyak Rp 500 ribu. 

5. Menggunakan handphone saat berkendara melanggar Pasal 283 dengan sanksi denda paling banyak Rp 750 ribu. 

6. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat melanggar Pasal 291 dengan sanksi denda paling banyak Rp 250 ribu. 

7. Mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk pengaman melanggar Pasal 289 dengan sanksi denda paling banyak Rp 250 ribu. 

8. Terakhir, pengendara berbonceng lebih dari satu orang dapat melanggar Pasal 292 dengan sanksi denda paling banyak Rp 250 ribu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya