Berita

Ilustrasi ledakan nuklir/Net

Dunia

SIPRI Prediksi Senjata Nuklir Global Akan Tumbuh untuk Pertama Kalinya Sejak Perang Dingin

SENIN, 13 JUNI 2022 | 08:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Invasi Rusia ke Ukraina telah meningkatkan ketegangan di antara sembilan negara bersenjata nuklir di dunia. Diperkirakan, persenjataan nuklir global akan tumbuh untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin.

Dalam penelitian terbarunya yang dirilis pada Senin (13/6), Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mengatakan risiko penggunaan senjata nuklir menjadi yang terbesar dalam beberapa dasawarsa.

Menurut perhitungan, jumlah senjata nuklir telah turun sedikit antara Januari 2021 hingga Januari 2022. Tetapi situasi kali ini memungkinkan persediaan hulu ledak nuklir global mulai meningkat lagi.


"Semua negara bersenjata nuklir meningkatkan atau meningkatkan persenjataan mereka dan sebagian besar mempertajam retorika nuklir dan peran senjata nuklir dalam strategi militer mereka,” kata Direktur Program Senjata Pemusnah Massal SIPRI, Wilfred Wan.

"Ini adalah tren yang sangat mengkhawatirkan," tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Tiga hari setelah invasi Moskow ke Ukraina, Presiden Vladimir Putin menempatkan penangkal nuklir Rusia dalam siaga tinggi.

Putin juga telah memperingatkan konsekuensi "yang belum pernah Anda lihat sepanjang sejarah Anda" untuk negara-negara yang menghalangi jalan Rusia.

Rusia memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia dengan total 5.977 hulu ledak, sekitar 550 lebih banyak dari Amerika Serikat. Kedua negara memiliki lebih dari 90 persen hulu ledak dunia.

Meski begitu, SIPRI mengatakan China berada di tengah ekspansi dengan perkiraan lebih dari 300 silo rudal baru.

"Hubungan antara kekuatan besar dunia semakin memburuk pada saat umat manusia dan planet ini menghadapi serangkaian tantangan bersama yang mendalam dan mendesak yang hanya dapat diatasi dengan kerja sama internasional," kata ketua dewan SIPRI sekaligus mantan Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven.

SIPRI mengatakan jumlah global hulu ledak nuklir turun menjadi 12.705 pada Januari 2022 dari 13.080 pada Januari 2021.

Diperkirakan 3.732 hulu ledak dikerahkan dengan rudal dan pesawat. Sekitar 2.000, yang hampir semuanya milik Rusia atau Amerika Serikat, disimpan dalam status kesiapan yang tinggi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Venezuela Kecam Keras Serangan Militer AS, Maduro Umumkan Darurat Nasional

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:56

Kemenimipas Siapkan 968 Tempat Kerja Sosial

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:41

Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Usai Bombardir Caracas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:56

Parpol Pragmatis, Koalisi Permanen Tidak Mudah

Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:45

Pimpinan Ponpes Gontor Meninggal, Ini Jadwal Salat Jenazah dan Pemakaman

Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:54

Sikap Parpol Dukung Pilkada Dilakukan DPRD Bisa Berubah

Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:20

Pemilu Digital: Upaya Memutus Tuntas Biaya Tinggi dan Akal-akalan Demokrasi

Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:30

Bank Mandiri Sinergi dengan Kemhan Bangun 5 Jembatan Bailey

Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:55

Bulog Jamin Stok Beras di Sumatera Aman Usai 70 Ribu Hektare Sawah Terendam Banjir

Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:11

Motorola Umumkan Tanggal Peluncuran Razr Edisi Khusus Piala Dunia 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:56

Selengkapnya