Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

India Punya Peran Kunci dalam Perdagangan Beras Dunia, Akankah Ekspor Dihentikan?

MINGGU, 12 JUNI 2022 | 09:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Langkah India untuk memberlakukan larangan ekspor gandum di tengah perang antara Rusia dan Ukraina, membuat banyak pihak khawatir jika New Delhi juga melarang ekspor beras.

India yang merupakan pengekspor beras terbesar di dunia saat ini mengatakan pihakya tidak berencana untuk mengekang pengiriman untuk saat ini, karena harga lokal tetap rendah dan gudang negara menyimpan banyak pasokan.

Tetapi hujan muson menentukan ukuran panen padi India. Sayangnya, hujan muson yang tidak merata akan menghambat panen dan mengurangi hasil.


Menurut VOA, ekspor beras India menyentuh rekor 21,5 juta ton pada tahun 2021, lebih banyak dari pengiriman gabungan dari empat eksportir gandum terbesar dunia berikutnya, yaitu Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Amerika Serikat (AS).

India juga konsumen beras terbesar dunia setelah China, yang memiliki pangsa pasar lebih dari 40% dari perdagangan beras global.

Stok domestik yang tinggi dan harga lokal yang rendah memungkinkan India untuk menawarkan beras dengan diskon besar-besaran selama dua tahun terakhir.

India mengekspor beras ke lebih dari 150 negara, dan setiap pengurangan pengirimannya akan memicu inflasi pangan. Biji-bijian adalah makanan pokok bagi lebih dari 3 miliar orang, dan ketika India melarang ekspor pada 2007, harga global melonjak ke puncak baru.

Setiap langkah untuk membatasi ekspor dari India akan memukul hampir setiap negara pengimpor beras. Ini juga akan memungkinkan pemasok saingan Thailand dan Vietnam untuk menaikkan harga yang sudah lebih dari 30 persen di atas pengiriman India

Selain melayani pembeli Asia seperti China, Nepal, Bangladesh dan Filipina, India memasok beras ke negara-negara seperti Togo, Benin, Senegal dan Kamerun.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya