Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Net

Politik

Hensat: Jokowi Ngomong Pemilu 14 Februari 2024 Tapi Kenapa Tak Marahi Anak Buahnya Tebar Isu 3 Periode?

MINGGU, 12 JUNI 2022 | 00:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keseriusan pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 kembali dipertanyakan. Sebab, ketika anak buahnya kembali menebar isu 3 periode, Jokowi tak bereaksi.

Salah satu yang mempertanyakan hal tersebut adalah pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, usai mendengar Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meminta kepemimpinan Jokowi dilanjutkan.

Bahlil menggunakan diksi "lanjutkan" ketika berpidato di hadapan Jokowi yang menghadiri HUT ke-50 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Selatan, Jumat kemarin (10/6)


"Pak Jokowi kan juga sudah statement 14 Februrari 2024 Pemilu, tapi enggak pernah marah sama anak buahnya teriak-teriak tiga periode. Harusnya ngelarang lah!" ujar Hendri saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (11/6).

Sosok yang kerap disapa Hensat ini melihat, isu 3 periode yang ramai dibicarakan sejak awal tahun ini memang sengaja dimunculkan oleh orang-orang di lingkaran Istana.

Bahkan secara tidak langsung, sumber isu yang beredar dapat menegaskan klaim bahwa masyarakat kebanyakan menginginkan kepemimpinan Jokowi dilanjutkan pasca 2024.

Meski begitu, tampaknya Hensat jengah dengan isu ini. Sehingga dia meminta oknum-oknum yang tak juga menyudahi menggemborkan isu 3 periode Jokowi untuk berhenti merusak iklim demokrasi di Indonesia yang sudah ditetapkan konstitusi, yakni presiden hanya dibolehkan dua periode.

"Jadi sudahlah, hentikanlah mengacaukan republik ini dengan wacana tiga periode. Apalagi ini kan disampaikan oleh para menteri," demikian Hensat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya