Berita

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/Net

Politik

Tito Minta Komisi II Kaji Lagi Kenaikkan Honor Penyelenggara Pemilu

SELASA, 07 JUNI 2022 | 18:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah mendengar adanya usulan kenaikkan honor panitia pemilu ad hoc.

Diketahui, tahun 2019 petugas KPPS PPS hanya mendapatkan honorarium sebesar Rp 500 ribu, namun 2024 mendatang bakal dinaikkan sebesar Rp 1juta hingga Rp1,5 juta.

"Yang lain saya dengar masalah insentif dinaikkan, okelah misalnya dari Rp 500 ribu perbulan bagi adhoc itu yang ada di TPS-TPS satu juta setengah, masuk akal kita,” kata Tito di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (7/6).


Namun, lanjut Tito, dia mendengar adanya kenaikan secara menyeluruh soal tunjangan kerja bagi semua penyelenggara pemilu di tingkat. Hal itu, menurut Tito tidak masuk akal.

“Tapi, kalau seandainya tunjangan kinerja, saya dengar nanti kita dengar ramai-ramai juga mau dinaikkan, misalnya dari Rp50 juta ke Rp150 juta kemudian di tingkat kabupaten/kota juga meningkatnya hampir 100 persen. Kalau 25 juta kan 250 persen, nah kalau jumlahnya sedikit enam orang tujuh orang kan oke, tapi kan kalau kabupaten/kota itu jumlahnya 548 dengan provinsi, kali sekian orang kali sekian puluh juta itu akan mengakibatkan melonjaknya tinggi sekali,” keluh Tito.

Oleh karena itu, mantan Kapolri ini meminta Komisi II untuk mengatur ulang jumlah insentif alias kenaikan secara menyeluruh para penyelenggara pemilu, namun harus tepat sasaran. Bukan memberikan dana kepada panitia pemilu tingkat atas yang sudah mendapatkan insentif lebih besar sebelumnya.

“Ini juga tolong kita harus hitung betul kemampuan fiskal kita. Belum lagi ada program-program strategis yang lain. Saya kira beda kenaika 50 persen masih masuk akal untuk menunjang kinerja dari para penyelenggara pemilu,” demikian Tito.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya