Berita

Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra Wihadi Wiyanto/RMOL

Politik

Dipecat sebagai Kader, Gerindra Singgung Dugaan Kasus Korupsi M.Taufik

SELASA, 07 JUNI 2022 | 16:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik dipecat dari Partai Gerindra. Ia dipecat karena dianggap tidak mampu menjaga marwah partai. Usai melakukan pemecatan, Gerindra mulai mengungkap kembali kasus korupsi yang menyeret nama M. Taufik.

Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra Wihadi Wiyanto menuturkan bahwa M.Taufik terlalu banyak melakukan manuver-manuver terhadap partai yang dinaunginya.

Dikatakan Wihadi, setelah pihaknya melakukan pemanggilan pada tanggal 22 Februari lalu untuk disidangkan, M. Taufik kembali memberikan pernyataan yang berbelit-belit. Bahkan, majelis Kehormatan mengindikasikan Taufik tidak loyal terhadap Gerindra.


Wihadi menjelaskan, atas dasar itulah pihaknya kembali menyidangkan kembali terkait M. Taufik. Alasannya, M Taufik memiliki banyak catatan penting.

"Salah satunya juga kita melihat saudara Taufik ini ternyata banyak beberapa hal yang juga menjadi catatan,” tegas Wihadi di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/6).

Dia menambahkan, M. Taufik telah menjadi Ketua DPD DKI Jakarta, namun tidak memiliki kantor DPD. Selain itu, pada saat Pemiliihan Presiden 2019 silam, DKI Jakarta kalah, padahal M. Taufik diandalkan untuk memenangkan Prabowo di Jakarta.

“Itu menjadi catatan juga. Kemudian juga ada beberapa kasus korupsi yang masih berjalan prosesnya dan diperiksa oleh KPK,” katanya.

Manuver yang dilakukan M. Taufik, kata Wihadi, tetap ingin di Gerindra namun menyatakan dirinya untuk mundur.

"Oleh sebab itu, MKP yang ini saya ada lima majelisnya sepakat untuk memecat Taufik sebagai kader Gerindra mulai keputusan itu disampaikan pada hari ini. Itu keputusannya MKP,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya