Berita

Plt. Jurubicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati/RMOL

Politik

Sedang Ada Acara, PDIP Minta PCB KPK Ditunda hingga Tiga Pekan

SENIN, 06 JUNI 2022 | 16:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pengurus DPP PDI Perjuangan meminta agenda pembekalan Politik Cerdas Berintegritas (PCB) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditunda hingga tiga pekan ke depan.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati saat dikonfirmasi soal agenda PDIP yang dijadwalkan menerima pembekalan PCB Terpadu 2022 dari KPK pada Selasa (7/6) di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Informasi yang kami terima jadwal executive briefing dan pembekalan antikorupsi bagi pengurus Parpol PDIP yang sedianya akan dilaksanakan besok, Selasa (7/6) ditunda menjadi Senin (27/6)," ujar Ipi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin sore (6/6).


Pihak PDIP kata Ipi, meminta penundaan dengan alasan ada acara di internal partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu.

"Terkait permohonan penundaan ini sudah disampaikan secara resmi melalui surat kepada KPK," pungkas Ipi.

PDIP sendiri dalam jadwal yang telah dibuat KPK, menjadi partai politik (Parpol) keempat yang akan menerima pembekalan PCB Terpadu 2022 dari KPK.

Sebelumnya, Parpol yang telah menerima pembekalan antikorupsi dari KPK adalah, Partai Bulan Bintang (PBB) pada Kamis (2/6).

Sebelumnya, Partai Beringin Karya (Berkarya) pada Selasa (31/5). Namun, Berkarya juga meminta penundaan dengan alasan sedang ada persoalan di internal partai.

Sedangkan Parpol yang pertama menerima pembekalan adalah, Partai Amanat Nasional (PAN) pada Rabu (25/5).

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya