Berita

Gubernur Jateng dua periode Ganjar Pranowo/Net

Politik

Ditinggal Jauh PDIP, Dukungan Jokowi dan Projo Tak Menjamin Ganjar Bisa Maju Pilpres 2024

RABU, 01 JUNI 2022 | 13:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dukungan yang ditunjukkan relawan Presiden Joko Widodo seperti Projo tak menjamin Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bisa melesat ke perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Bacaan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, kecamuk di internal PDIP dipicu oleh sikap vulgar Jokowi yang semakin terang-terangan mendukung Ganjar, seperti yang ditunjukkan pada Rakernas V Projo di Magelang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

"Maka ketersinggungan politik yang seakan-akan secara terbuka (Jokowi) menyatakan dukungannya, secara gesture politik dan tentu saja kepada Ganjar, secara tidak langsung ingin menampar wajahnya teman-teman PDIP lewat Projo," ujar Adi kepada Kantor Beirta Politik RMOL, Rabu (1/6).


Di sisi yang lain, Adi juga melihat dalam berbagai kesempatan Ganjar tidak diundang di acara-acara resmi PDIP, seolah-olah dijauhkan.

"PDIP selama ini memang berjarak dengan Ganjar, karena dalam berbagai kesempatan Ganjar ini kan tidak pernah diundang. Itu artinya kan Ganjar sudah mulai dijauhkan dari PDIP," tuturnya.

Tapi dengan adanya Projo, dosen politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini memandang, Ganjar mendapat panggung politik sekalipun tidak diterima PDIP.

"Diterima oleh Projo yang terafiliasi dengan pendukungnya Jokowi. Dan enggak mungkin Projo bikin acara (Rakernas V di Magelang) tanpa restunya Jokowi," katanya.

Namun akibat dari panggung politik yang disediakan Jokowi tersebut, Adi menyimpulkan hubungan kepala pemerintahan dengan PDIP semakin berjarak. Sehingga, langkah Ganjar pun jelas akan terhimpit keadaan tersebut.

"Jadi Projo itu adalah duplikasi dari wajah dan keinginan politiknya Jokowi. Itu yang sepertinya ada ketersinggungan politik dari teman-teman PDIP," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya