Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Pengamat: Putin Siap Mainkan Perang Panjang, Rela Habiskan Ratusan Juta Dolar Perhari

RABU, 01 JUNI 2022 | 08:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik militer antara Rusia dan Ukraina sudah hampir mendekati hari ke-100. Sementara fakta menunjukkan bahwa Moskow belum juga meraih apa yang diinginkan meskipun sudah menghabiskan dana ratusan juta dolar AS, presiden Vladimir Putin dipercaya akan tetap meneruskan ambisinya.

Profesor ilmu politik Universitas Northwestern, William Reno mengatakan kondisi yang dialami Rusia saat ini adalah akibat kesalahan perhitungan.

"Rencana awal Rusia adalah bahwa itu akan menjadi perang pemusnahan, di mana kampanye 48-72 jam akan menghancurkan pemerintah Ukraina, para pemimpinnya ditangkap atau dibunuh, dan pemerintah baru dipasang untuk melakukan permintaan Rusia," kata Reno, seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (1/6).


"Sebaliknya, Ukraina melawan, dan sekarang kami membantu menjaga mereka dalam pertempuran," katanya, seraya menambahkan bahwa "tentara Rusia tidak menjadi begitu hebat."

Banyaknya dana yang dihabiskan Putin dalam perang melawan Ukraina bervariasi, tetapi sudah bisa dipastikan itu menghabiskan uang yang cukup besar karena ia harus membayar pasukannya sambil juga menanggung biaya pembakaran peluru dan rudal dalam jumlah yang tak terhitung.

Ini juga termasuk hilangnya kendaraan militer dan setidaknya satu kapal penjelajah utama Rusia Moskva senilai 750 juta dolar AS Moskva yang tenggelam di Laut Hitam pada pertengahan April.

The Moskow Times melaporkan, data Kementerian Keuangan Rusia menunjukkan bahwa pada April, negara menghabiskan anggaran 628 miliar rubel untuk pertahanan nasional, yang dipecah menjadi sekitar 21 miliar rubel—atau lebih dari 330 juta dolar AS—per hari.

Angka itu turun menjadi sekitar satu miliar rubel, atau sekitar 15,5 juta dolar AS per jam yang dihabiskan untuk perang Ukraina.

Tapi Sean Spoonts, pemimpin redaksi outlet berita militer SOFREP berpendapat bahwa jumlah perkiraan Kementerian Keuangan mungkin lebih dari jumlah sebenarnya, mengatakan bahwa Rusia mungkin menghabiskan sekitar 900 juta dolar AS per hari untuk mempertahankan upaya perangnya.

Perkiraan SOFREP menghitung gaji pasukan, amunisi, serta ribuan senjata kritis dan rudal jelajah yang telah digunakan selama perang, yang masing-masing menghabiskan sekitar 1,5 juta dolar AS, menurut Spoonts.

Tak satu pun dari angka-angka ini mempertimbangkan dampak penuh dari sanksi ekonomi berat yang dikenakan pada Rusia. Sanksi ini mungkin tetap berlaku bahkan jika Rusia menarik pasukannya, setidaknya dalam kasus Amerika Serikat, menurut Gedung Putih.

Meski begitu, para ahli mengatan bahwa mereka merasa Putin bersedia membayar harganya.

“Strategi Putin saat ini adalah agar tentara Rusia berperang dalam waktu yang lama untuk menduduki Ukraina timur,” kata Lawrence C. Reardon, profesor ilmu politik di Universitas New Hampshire.

"Putin percaya bahwa demokrasi lemah dan secara bertahap akan kehilangan minat dalam membelanjakan uang pembayar pajak untuk mendukung militer Ukraina, terutama karena invasi tersebut memiliki dampak yang menghancurkan terhadap pasokan energi dan makanan global," tambah Reardon.

"Dengan demikian Putin memainkan permainan panjang dan siap untuk menghabiskan 300 juta dolar AS sehari atau lebih untuk menggiling perlawanan Ukraina dan dukungan Barat untuk Zelensky," ujarnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

UPDATE

Pemerintah Harus Beri Pendampingan Anak Korban Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:15

Polisi Dalami Kematian Sumitro, Diduga Orang Dekat Febrie

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:57

Cerita Manis UMKM dari Sumenep, Dua Dekade Perjuangan dan Berkembang Berkat KUR BRI

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:47

Telkom Gelar Workshop PQC Formulasikan Keamanan Siber Masa Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:23

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:08

DPR dan Kemendagri Sepakat Penyaluran Bansos Pakai NIK

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56

Tio Aliansyah Dilarang Tangani Perkara selama 1,5 Bulan Buntut Kasus Helikopter

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:53

Jangan Sampai OAP Hanya jadi Penonton di Tanah Ulayatnya Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:36

Selengkapnya