Berita

Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

Ketua DPD Dalami Dugaan Kerugian Negara Investasi BUMN Telkom ke GOTO

SENIN, 30 MEI 2022 | 18:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti investasi BUMN Telkom yakni Telkomsel kepada perusahaan patungan Gojek dan Tokopedia (GOTO) bernilai triliunan rupiah.

Investasi ini, banyak menimbulkan tanda tanya publik, sebab, selain tidak transparan, diragukan akuntabilitasnya, bisnis tersebut kental konflik kepentingan. Oleh karena itu, LaNyalla akan menugaskan Komite IV DPD RI untuk mendalami persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan LaNyalla ketika menerima audiensi aktivis lintas profesi yang tergabung dalam Poros Peduli Indonesia (Populis) di kediaman Ketua DPD RI, akhir pekan ini.


"Kami di DPD RI akan mendalami kejanggalan dan potensi kerugian negara yang terjadi terkait bisnis tersebut. Kita akan lakukan FGD, kemudian rapat dengar pendapat dengan memanggil pihak terkait seperti OJK, Kementerian BUMN dan lainnya," tegas LaNyalla.

Persoalan investasi Telkomsel kepada GOTO ini sebelumnya dibeberkan oleh aktivis sekaligus ekonom Anthony Budiawan. Dalam investasi ini, kata Anthony, berpotensi merugikan negara atas nilai investasi Telkomsel kepada GOTO senilai 450 juta dollar AS atau setara dengan Rp 6,4 triliun, tidak menguntungkan.

"Anak perusahaan Telkom itu justru menanggung rugi sampai 50 persen dari total investasi yang dilakukannya, setelah harga saham GoTo anjlok sejak IPO," ujar LaNyalla.

Belum lagi, kata senator asal Jawa Timur ini, soal konflik kepentingan dalam bisnis tersebut, lantaran komisaris utama GOTO adalah Garibaldi Thohir, yang merupakan saudara kandung dari Menteri BUMN Erick Thohir.

"BUMN memberikan modal kepada perusahaan milik saudaranya yang jumlahnya triliunan rupiah. Secara logika apa tidak terjadi konflik kepentingan?" katanya.

Sebelumnya, mantan Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto (AEK) mengungkap bahwa pasca pembelian saham GOTO oleh Telkomsel, senilai Rp6,3 triliun, saham GOTO anjlok 50 persen lebih sejak IPO menjadi Rp 194 perlembar. Nilainya turun sebesar 26 persen dari harga pembelian oleh Telkomsel yakni Rp 265,5 perlembar.

Disisi lain Edy bertanya sekaligus heran dan curiga lantaran kakak kandung Erick Thohir tiba-tiba menjadi pemegang 1 miliar lembar saham GOTO pasca perusahaan itu disuntik dana atau sahamnya dibeli oleh Telkomsel yang merupakan anak perusahaan BUMN.

"Menteri BUMN mewakili negara sebagai pemegang saham di BUMN Telkom (52persen). Telkom adalah pengendali Telkomsel dengan kepemilikan mayoritas (65persen). Boy Thohir adalah pengurus GOTO (komisaris) sekaligus pemegang 1.054.287.487 lembar saham GOTO berdasarkan Akta Perubahan November 2021," ungkap Edy.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya