Berita

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif saat bertemu di tahun 2018 di Yogyakarta/Net

Politik

Buya Syafii Maarif Wafat, Zulkifli Hasan: Ini Kehilangan yang Besar untuk Umat dan Bangsa

JUMAT, 27 MEI 2022 | 11:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Duka mendalam atas meninggalnya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif turut dirasakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas).

Zulhas yang kerap berkunjung ke kediaman Syafii Maarif di Yogyakarta sudah menganggap pria kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat pada 31 Mei 1935 itu sebagai ayah sendiri.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang orangtua kita semua, Buya Ahmad Syafii Maarif,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/5).


“Kita semua berduka karena kehilangan seorang tokoh besar, guru bangsa, seorang panutan, teladan yang menginspirasi dan menggerakkan seluruh elemen bangsa,” sambungnya.

Zulhas sudah tahu bahwa Buya Syafii sempat mengalami sakit beberapa hari terakhir. Dirinya juga sudah beberapa kali berusaha mencari kesempatan untuk bisa menjenguk.

“Tetapi informasi dari kerabat Buya, kondisinya tidak memungkinkan untuk dijenguk dan menerima tamu. Selama Buya sakit, tak lepas saya selalu mendoakan,” kenangnya.

Kabar kepergian Buya Syafii pun membuat Zulhas terkejut dan sedih. Sebab dia harus melepas kepergian seorang guru bangsa dengan teladan yang indah.

“Buya meninggal di hari yang baik, sayyidul ayyam, Jumat 27 Mei pukul 10.15 pagi tadi. Insya Allah husnul khotimah. Allah tempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” munajatnya.

Tidak lupa Zulhas mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Walau diakuinya untuk melepas kepergian Buya Syafii bukan perkara yang mudah.

“Ini kesedihan dan kehilangan yang besar untuk umat dan bangsa. Semoga kita semua bisa melanjutkan perjuangan dan cita-cita Buya Syafii selama hidup. Lahil fatihah,” tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya