Berita

Ketua KPK, Firli Bahuri saat mengumumkan penahanan tersangka Irfan selaku Direktur PT Diratama Jaya Mandiri (DJM)/RMOL

Hukum

Dugaan Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101 TNI AU, KPK Sita Dokumen dan Blokir Rekening Bank

SELASA, 24 MEI 2022 | 20:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Resmi menahan Irfan Kurnia Saleh (IKS) alias Jhon Irfan Kenway (JIK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan berbagai barang bukti, termasuk melakukan pemblokiran rekening bank.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KPK, Firli Bahuri saat mengumumkan penahanan tersangka Irfan selaku Direktur PT Diratama Jaya Mandiri (DJM) dan selaku pengendali PT Karsa Cipta Gemilang (KGC) dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Helikopter Angkut AW-101 di TNI Angkatan Udara (AU) tahun 2016-2017 yang merugikan keuangan negara mencapai Rp 224 miliar.

Firli mengatakan, KPK dalam melakukan penyidikan suatu perkara, tidak bisa berbicara cepat, lambat atau sudah lama, maupun baru, melainkan yang lebih esensial adalah menemukan bukti permulaan yang cukup.


"Apakah kita sudah mendapatkan bukti yang cukup, sehingga perkara tersebut terang benderang. Dan sekarang sudah terang benderang, sehingga kita menemukan tersangkanya. Tersangkanya tadi, IKS. Jadi clear ya," ujar Firli kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa malam (24/5).

Tim penyidik pun kata Firli, sudah mengumpulkan keterangan saksi kurang lebih ada 30 orang yang sudah diperiksa.

"Bukti-bukti lain ada juga dokumen yang sudah disita, termasuk juga ada bukti lain, misalnya kita melakukan pemblokiran terhadap buku tabungan saudara tersangka plus isinya. Ini masih berproses," pungkas Firli.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya