Berita

Wakil Presiden Maruf Amin/Net

Politik

Jaga Kelancaran KPR, Wapres Maruf Minta Rencana Penggabungan BTN Syariah Ditunda

SELASA, 24 MEI 2022 | 18:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah memastikan akan mempertimbangkan ulang dan mendalami rencana penggabungan atau akuisisi Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, yakni BTN Syariah oleh bank pelat merah lainnya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Maruf Amin usai menerima masukan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) terkait pentingnya peran BTN dalam mendukung ekosistem perumahan, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Wapres Maruf menerima kunjungan Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dan Perwakilan DPP REI di Jakarta, Selasa (24/5).


“Kalau pun ada penggabungan, sistemnya belum siap. Kalau sistemnya belum siap, rencana penggabungan ini juga harus memperhitungkan konsistensi dan kelancaran penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi MBR," ujar Maruf.

"Selain itu, harus ada pembahasan secara tuntas agar penyaluran KPR subsidi tidak terhambat,” imbuhnya.

Adapun pertemuan tersebut, dihadiri Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan Syariah Doddy Thahir, dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI Bidang Perbankan Syariah Royzani Sjachril.

Sebelum adanya akuisisi BTN Syariah ke bank BUMN lainnya, Maruf menegaskan, harus ada perbaikan peraturan perundang-undangan dan regulasi pendukung lainnya.

“Pertimbangannya demi keberlanjutan pengadaan perumahan, khususnya rumah bersubsidi. Presiden Joko Widodo juga mengamanatkan terselenggaranya program penyediaan hunian bersubsidi,” terangnya.

Dijelaskan Maruf, pihaknya akan menyampaikan hal ini kepada Menteri BUMN Erick Thohir dalam waktu dekat.

“Memang tidak semudah itu menggabungkan BTN Syariah ke bank BUMN lainnya. Terutama menyangkut konsistensi penyediaan KPR rumah bersubsidi,” tuturnya.

Ditambahkan Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, dia mengatakan saat ini masih ada kekurangan kebutuhan hunian sebesar 12,7 juta unit rumah.

“Sudah sejak lama BTN menjadi bank yang fokus dalam mendukung program perumahan di Indonesia,” kata Iwan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menyampaikan, hingga saat ini BTN merupakan bank penyedia KPR subsidi sebesar 87 persen. Adapun total marketshare BTN untuk pangsa pasar KPR nasional sebesar 41 persen.

“Apalagi UUS BTN ini sudah berkontribusi cukup besar untuk pembiayaan KPR Syariah bersubsidi rata-rata sebesar 17 persen per tahun,” ujarnya.

Untuk itu, Totok berharap pemerintah tetap mempertahankan BTN sebagai bank yang fokus dalam penyediaan pembiayaan di sektor perumahan.

“Kami berharap agar pemerintah tetap mempertahankan BTN Syariah. Apalagi, UUS BTN ini sudah berkontribusi relatif besar terkait pembiayaan hunian MBR di tanah air,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya