Berita

Warga mengantre mendapatkan minyak di Sri Lanka/Net

Dunia

Sulit Dapat BBM Hingga Makanan, Warga Sri Lanka: Kami Akan Mati

JUMAT, 20 MEI 2022 | 12:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kondisi Sri Lanka semakin buruk. Krisis ekonomi membuat pasokan minyak dan gas, makanan, hingga obat-obatan menipis.

"Tidak ada gunanya berbicara tentang betapa sulitnya hidup ini," kata wanita 60 tahun yang berdagang buah dan sayuran di pasar Pettah, APD Sumanavathi pada Jumat (20/5).

"Saya tidak bisa memprediksi bagaimana keadaannya dalam dua bulan. Pada tingkat ini, kita bahkan mungkin tidak berada di sini," tambahnya, seperti dikutip Reuters.


Sementara itu, antrean panjang terlihat di depan sebuah toko tabung gas yang saat ini harganya sudah melambung tinggi.

“Hanya sekitar 200 silinder yang dikirim, padahal yang datang sekitar 500 orang,” kata Mohammad Shazly, sopir paruh waktu yang mengaku mengantre di hari ketiga untuk bisa memasak makanan untuk keluarga berlima.

"Tanpa gas, tanpa minyak tanah, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Pilihan terakhir apa? Tanpa makanan kita akan mati. Itu akan terjadi seratus persen," tuturnya.

Pada Kamis (19/5), Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengumumkan pemerintah akan membeli cukup pupuk demi meningkatkan produktivitas di musim depan.

"Saya dengan tulus mendesak semua orang untuk menerima gawatnya situasi," kata Wickremesinghe.

Gubernur bank sentral pada hari yang sama mengatakan valuta asing telah diamankan dari pinjaman Bank Dunia dan pengiriman uang untuk membayar pengiriman bahan bakar dan gas memasak, tetapi pasokan masih mengalir.

Inflasi bisa naik lebih jauh hingga 40 persen dalam beberapa bulan ke depan. Pada April, inflasi mencapai 29,8 persen, dengan harga makanan naik 46,6 persen dari tahun ke tahun.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya