Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Malaysia Bantah Kepemilikan Aset dan Tanah Kereta Api Cepat ECRL Dialihkan ke China

MINGGU, 15 MEI 2022 | 13:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Malaysia membantah informasi yang beredar bahwa kepemilikan aset dan tanah di sepanjang jalur kereta api cepat East Coast Rail Link (ECRL) akan dialihkan ke China.

ECRL merupakan bagian dari Belt and Road Initiatives (BRI) yang dibiayai dengan pinjaman dari China. Proyek ini menghubungkan Pelabuhan Klang di Selat Malaka ke Kota Bharu di Semenanjung Malaya.

Menteri Perhubungan Wee Ka Siong menyebut pihak-pihak tertentu telah menyebarkan kebohongan mengenai proyek ECRL sebagai bagian dari "propaganda jahat".


"Spekulasi bahwa kepemilikan aset dan tanah di sepanjang alinyemen ECRL akan dialihkan ke China sama sekali tidak berdasar," tegasnya, seperti dikutip The Star, Minggu (15/5).

Ia menekankan, aset ECRL sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Malaysia melalui Malaysia Rail Link (MRL). Sementara tanah di sepanjang jalur ECRL adalah milik negara yang tidak dapat dialihkan.

Wee Ka Siong menjelaskan, berdasarkan kesepakatan dengan Bank of China, pembayaran pinjaman untuk proyek ECRL tidak melibatkan pengalihan aset atau tanah.

“Harus ditekankan di sini bahwa MRL adalah pemilik proyek dan aset ECRL. Sedangkan China Communications Construction Company Ltd (CCCC) sebagai kontraktor utama," ucapnya.

Berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara MRL dan CCCC, kesepakatannya adaah mendirikan perusahaan patungan dengan kepemilikan 50:50 dan ditunjuk sebagai operator ECRL.

Sebanyak 80 persen dari laba usaha akan dimiliki oleh MRL, dan sisanya masuk ke CCCC. Namun keduanya sama-sama akan menanggung kerugian operasional.

Menurut Wee Ka Siong, narasi yang disebarkan bahwa negara asing mengendalikan aset Malaysia dan membahayakan kedaulatan nasional telah mencoreng citra negeri jiran di kancah global.

Buruknya, hal itu bisa mengikis kepercayaan investor asing yang ingin berinvestasi di Malaysia.

"Saya melihat tuduhan ini sebagai propaganda jahat oleh pihak-pihak tertentu," imbuhnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya