Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tak Dapat Komponen karena Sanksi, Rusia Pakai Chip Kulkas hingga Mesin Cuci untuk Senjata

JUMAT, 13 MEI 2022 | 13:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat membuat Rusia kesulitan memproduksi senjata, yang beberapa bagiannya diimpor dari negara lain.

Akibatnya, Rusia dilaporkan menggunakan chip komputer dari mesin cuci piring hingga kulkas untuk membuat senjata.

"Kami memiliki laporan dari Ukraina bahwa ketika mereka menemukan peralatan militer Rusia di tanah, itu diisi dengan semikonduktor yang mereka ambil dari mesin cuci piring dan kulkas," ujar Sekretaris Perdagangan AS, Gina Raimondo, seperti dikutip Stuff, Jumat (13/5).


Pakar teknologi memperkirakan ekspor ke Rusia telah merosot hampir 70 persen sejak diberlakukannya sanksi setelah invasi ke Ukraina pada 24 Februari.

Hampir 30 negara Barat telah mengadopsi sanksi serupa terhadap Moskow, sehingga hampir tidak mungkin bagi angkatan bersenjata Kremlin untuk mengamankan komponen yang diperlukan untuk memperbaiki mesin militer mereka yang lemah dalam pertempuran.

Menurut Raimondo, Rusia juga telah menutup dua pabrik tank karena kekurangan komponen.

AS dan negara-negara Eropa telah membatasi penjualan chip komputer ke Rusia setelah aneksasi ilegal Krimea pada tahun 2014.

Sejak awal konflik di Ukraina, Barat semakin memperketat aturannya untuk apa yang disebut produk "penggunaan ganda" untuk aplikasi militer dan komersial, yang dikirim ke Rusia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya