Berita

Politisi senior PAN Guspardi Gaus/Net

Politik

Mudik Jadi Momen Pemulihan Ekonomi Setelah 2 Tahun Terpuruk

SELASA, 10 MEI 2022 | 14:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pembukaan pintu mudik lebaran tahun 2022 oleh pemerintah terbukti turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah dan berkonstribusi kepada ekonomi nasional. Pasalnya, selama dua tahun berturut-turut pemerintah melarang mudik, hingga membuat anjloknya ekonomi di daerah.

Politisi senior PAN Guspardi Gaus menilai mudik lebaran tahun ini menjadi momen vital dalam menggerakan roda perekonomian. Khususnya didorong oleh spending (pengeluaran) konsumsi masyarakat.

Perayaan lebaran terasa istimewa karena sejak pandemi Covid-19 merebak tahun 2020, baru tahun 2022 ini pemerintah memberikan izin masyarakat untuk mudik.


“Mudik tahun 2022 diharapkan juga menjadi salah satu momen pemulihan ekonomi nasional setelah selama 2 tahun “terpuruk” karena pandemi Covid-19,” ujar Guspardi Gaus kepada wartawan, Selasa (10/5).

Legislator asal Sumatera Barat itu mengatakan, hampir semua daerah di Indonesia merasakan efek positif dengan "pulang kampung" ke daerah masing-masing. Diperkirakan lebih 80 juta orang di Indonesia melakukan perjalanan mudik lebaran tahun 2022 ini.

"Jika diasumsikan setiap pemudik membelanjakan uang rata-rata Rp 1,5 juta saja di tempat mudik, artinya sudah lebih Rp 120 triliun perputaran uang di daerah,” imbuhnya.

Menurutnya, naiknya perekonomian di daerah juga dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat yang pada lebaran mudik tahun ini di prediksi mencapai 2 juta orang ke 18 Kabupten/Kota di Sumatera Barat. Kegembiraan pemudik dari rantau ke kampung halaman tentu akan membawa dampak menggeliatnya ekonomi di daerah.

"Bisa dibayangkan berapa perputaran uang beredar karena 'spending money' dari perantau pulang  membuat meningkatnya demand. Begitu juga tumpah ruahnya pengunjung yang mengisi liburan Idul Fitrinya ke berbagai destinasi wisata, sehingga akan menghidupkan sektor pariwisata,” tutupnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya