Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Net

Politik

Dibandingkan Anies dan Ganjar, AHY Punya 2 Modal Riil untuk Hadapi Pilpres 2024

SENIN, 09 MEI 2022 | 07:44 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seolah menyimpan magnet pada Pilpres 2024 mendatang. Pasalnya, banyak yang ingin menduetkan AHY dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution mengurai bahwa sejumlah lembaga survei selalu menempatkan Anies Baswedan saat ini berada di posisi puncak jika berpasangan dengan AHY. Pun demikian jika Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berduet dengan AHY.

“Tapi ada masalah. Jabatan kedua gubernur tersebut segera berakhir dan kembali menjadi warga biasa,” tegasnya lewat akun Twitter pribadi, Minggu (8/5).


Dia turut mengurai bahwa ada sebuah strategi yang mengatakan jika ada parpol berani mendeklarasikan Anies atau Ganjar sebagai capres sebelum berakhir jabatan gubernur, maka eksistensi elektabilitasnya bisa diprediksi bertahan atau makin naik.

Namun begitu, muncul juga pertanyaan, parpol apa yang berani melakukan deklarasi itu. Dia lantas membandingkan nilai tawar dan peluang Ganjar dan Anies dibandingkan AHY pada Pilpres 2024 mendatang.

“(Sebab) Meski Ganjar adalah kader PDIP, tiupan angin lebih sejuk kepada Puan Maharani. Apalagi Anies, tidak punya ikatan ke parpol,” urainya.

Namun, "dukungan" lembaga survei ada pada Anies dan Ganjar. Artinya, relawan atau konsultan politik keduanya akan bekerja keras untuk "memaksakan" dukungan parpol.

Sementara AHY sebagai ketum termuda pemilik kursi di parlemen tidak sedikitpun memiliki hambatan komunikasi dengan ketum parpol lainnya. Ditambah lagi beberapa lembaga survei ternama selalu menempatkan posisi elektabilitas AHY di 5 besar. Baik di survei nasional maupun ketum parpol

Setidaknya ada 2 modal utama yang riil dari AHY. Pertama, sebagai Ketum Partai Demokrat pemilik 54 kursi di Senayan. Kedua, elektabilitasnya cukup memadai untuk membuat perikatan. Ditambah beberapa nilai lebih lainnya. Ruang komunikasi para ketum parpol dengan AHY juga lebih mudah dikerucutkan.

“Misalkan dengan PDIP yang perolehan suaranya cukup melenggang sendiri. Atau dengan Gerindra dan Golkar lewat paket duet koalisi. Skenario ini selain cukup syarat untuk maju, juga berpeluang menang pada Pilpres 2024. Calon dari Demokrat satu-satunya adalah Mas AHY. Sudah clear!” katanya.

Skenario berikutnya, Demokrat bisa membentuk koalisi dengan Nasdem, PKB, PKS, PAN dan PPP. Untuk membuat paket suara 20 persen agar bisa mengusung calon pada Pilpres 2024. Lagi-lagi dengan modal suara dan elektabilitas, Demokrat hanya akan mengajukan Mas AHY.

“Supaya menang, perlu diskusi yang cermat,” lanjutnya.

Koalisi lebih dari 2 parpol untuk menang, penuh tantangan dan kesabaran. Selain perlu hitungan cermat juga butuh kebijaksanaan.

“Apapun kondisinya, baiknya kebijaksanaan itu didasari perolehan suara dan elektabilitas, maka komunikasi jadi lebih enjoy. Dan AHY mampu membuatnya enjoy,” tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya