Berita

Pasukan Taliban memukuli warga sipil yang diklaimnya sebagai anggota kelompok pemberontak Front Perlawanan Panjshir/Net

Dunia

Panjshir Memanas, Taliban Pukuli Warga Sipil yang Diduga Kelompok Pemberontak

MINGGU, 08 MEI 2022 | 22:14 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Pertempuran antara Taliban dan kelompok pemberontak Front Perlawanan Nasional (NRF) di Panjshir belum juga usai meski sudah delapan bulan mereka menguasai Afghanistan.

Sebuah video yang tersebar di media sosial pada Minggu (8/5) menunjukkan pasukan Taliban memukuli sejumlah warga sipil di Panjshir.

Di dalam video itu, Taliban menyebut orang-orang yang mereka kumpulkan itu sebagai anggota NRF yang dibesut oleh Ahmad Massoud.


Tetapi BBC melaporkan, beberapa dari orang-orang tersebut adalah warga sipil dan bahkan lansia.

Sejak beberapa hari terakhir, ketegangan di Panjshir meningkat. Walaupun Taliban membantah terlibat dalam pertempuran dengan kelompok pemberontak dan menegaskan situasi di provinsi itu dalam keadaan tenang.

Pada Jumat (6/5), NRF menggelar pertemuan untuk pertama kalinya untuk membahas Dewan Tertinggi Perlawanan guna melawan Taliban.

NRF juga mengklaim sudah menduduki sebagian provinsi Panjshir, dan mengumumkan dimulainya operasi melawan Taliban di wilayah itu.

Sejak Taliban mengambil alih kendali Afghanistan, Panjshir menjadi satu-satunya provinsi yang belum bisa ditaklukkan. Selama beberapa waktu, pertempuran antara NRF dan Taliban menggelora di Panjshir.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya