Berita

Pembubaran masa demonstran yang terjadi di depan gedung parlemen Sri Lanka, Kolombo, Jumat sore (6/5) /Net

Dunia

Rajapaksa Umumkan Darurat Negara Bagi Seluruh Sri Lanka, Kini Kolombo Sudah Mulai Tenang

SABTU, 07 MEI 2022 | 19:53 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Diambang keruntuhan, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa baru-baru ini telah mengumumkan darurat negara bagi seluruh pelosok negara, ini merupakan darurat negara yang kedua dalam lima minggu terakhir.

Pengumuman itu memberikan kekuatan besar kepada pasukan keamanan untuk menindak para demonstran dan mereka yang ikut serta dalam pemogokan nasional, menuntut pengunduran Rajapaksa.

Kini, Jalan-jalan di ibu kota komersial Sri Lanka, Kolombo, sudah terlihat tenang pada Sabtu (7/5), sebagaimana dilihat oleh wartawan lokal yang melaporkan kepada Reuters.


Rincian peraturan darurat terbaru itu belum diumumkan, tetapi undang-undang darurat sebelumnya telah memberikan kekuasaan dari sang Rajapaksa dalam mengerahkan militer untuk menahan orang tanpa tuduhan dan membubarkan protes secara paksa.

"Presiden telah mengambil keputusan ini karena situasi darurat publik di Sri Lanka dan untuk kepentingan keamanan publik, perlindungan ketertiban umum, dan pemeliharaan pasokan dan layanan yang penting bagi kehidupan masyarakat," tulis pernyataan Kantor Kepresidenan Rajapaksa, dimuat oleh Reuters, Sabtu (7/5).

Ketika perintah darurat itu dikeluarkan pada Jumat tengah malam, tidak ada laporan terkait kerusuhan yang terjadi di Kolombo, dan kini lalu lintas berjalan seperti biasa di Galle Face, area pusat Kolombo yang telah menjadi tempat utama protes dan pawai.

Namun di lokasi protes utama di luar Sekretariat Presiden pada kawasan Galle Face, sekitar 100 orang masih berkumpul untuk mendengarkan pidato anti-pemerintah meskipun dalam keadaan darurat, sementara mobil yang lewat membunyikan klakson untuk mendukungnya.

“Keadaan darurat ini tidak akan menghentikan protes,” kata Waheeda Lafir, seorang guru yang mengantarkan bantuan makanan ke tenda-tenda yang telah berdiri di lokasi itu selama hampir sebulan.

"Ini adalah senjata makan tuan, mereka harus mengundurkan diri," pungkasnya.

Sebelum diumumkannya keadaan darurat pada Jumat tengah malam, petugas polisi telah menembakkan gas air mata dan semprotan jet air ke lusinan demonstran di luar parlemen dalam protes anti-pemerintah terkait keruntuhan Sri Lanka yang kini kekurangan makanan, bahan bakar dan obat-obatan.

Ini merupakan yang kedua kalinya Rajapaksa mendeklarasikan undang-undang darurat dalam waktu kurang dari sebulan. Kali ini, itu mengundang kecaman dari oposisi Sri Lanka dan beberapa negara barat.

"Saya khawatir dengan keadaan darurat lainnya," cuit Duta Besar Amerika Serikat untuk Sri Lanka Julie Chung di Twitter, Sabtu (7/5).

"Suara warga yang damai perlu didengar." pungkas cuitannya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Corak Kita di Mata Marx

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:01

Hoaks Tersangka Putriana Dakka Dilaporkan ke Divisi Propam Mabes

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:55

Pelukan Perkara Es Jadul

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:29

Eggi Sudjana: Roy Suryo Belagu, Sok Merasa Hebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:12

Sekda Jateng Turun Tangan Cari Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:00

Polisi Pastikan Seluruh Karyawan Pabrik Swallow Medan Selamat

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:31

Mengenal Luluk Hariadi, Tersangka Korupsi Pengadaan Baju Ansor Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:17

Tanggung, Eggi-Damai Lubis Harusnya Gabung Jokowi Sekalian

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:11

Eggi Sudjana: Tak Benar Saya Terima Rp100 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:40

Hukum Berat Oknum Polisi-TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jual Produk Berbahan Spons

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:08

Selengkapnya