Berita

Presiden Terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol /Net

Dunia

Media Korut Cap Yoon Suk-yeol Sebagai Pemimpin Korsel yang Pro-AS dan Konfrontatif

KAMIS, 05 MEI 2022 | 15:30 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Presiden Terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol, yang pernah bersumpah untuk mengambil sikap lebih keras pada aktivitas peluncuran rudal oleh Pyongyang, telah mendapatkan kritik pedas dari media Korea Utara.

Media tersebut menggambarkannya sebagai tokoh yang pro-Amerika Serikat (AS), dan konfrontatif.

Meskipun media resmi pemerintah Korut (KCNA) belum memberikan komentar resmi tentang Yoon, seorang konservatif yang akan menjabat pada 10 Mei, tetapi media Korut lainnya, yakni Uriminzokkiri telah mengeluarkan kritik pedas menjelang pelantikannya.


"Yoon Suk-yeol telah mengejutkan Korut dengan pernyataan tidak masuk akal seperti 'serangan pencegahan' dan 'musuh utama', dan menimbulkan kegilaan konfrontatif dengan menyerukan 'aliansi Korea Selatan-AS yang lebih kuat,'" tulis kolom opini Uriminzokkiri yang dibuat oleh Ji Kwang-hyun pada Kamis (5/5), dikutip oleh Reuters.

Perkataan itu mengacu pada komentar Yoon bahwa dia akan mengizinkan serangan pencegahan di Korut jika tanda-tanda serangan dari Pyongyang sudah tampak. Selain itu Yoon mendeskripsikan negera tetangganya itu sebagai musuh utama.

Dari negaranya sendiri, komentar Yoon itu telah dijauhi dan dikecam oleh Presiden progresif Moon Jae-in, yang telah berusaha untuk meningkatkan hubungan antar kedua negara.

Kolom opini tersebut kemudian mengkritik Yoon dalam pilihan personilnya untuk menteri pertahanan, urusan luar negeri dan portofolio unifikasi sebagai "kodok pro-AS".

Dikatakan oleh situs itu, mereka yang terpilih oleh Yoon telah mencari konfrontasi dengan Korut saat bertugas di pemerintahan konservatif sebelumnya.

"Tidak ada yang aneh baginya (Yoon) untuk mencalonkan ‘kodok pro-AS’ yang mencari konfrontasi," pungkas kolom opini itu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya