Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD/Repro

Hukum

Puji KPK, Mahfud MD: Menteri, DPR, Gubernur, Bupati, Semuanya Diambil

KAMIS, 28 APRIL 2022 | 18:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD memuji kinerja Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam memberantas kasus korupsi.

Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam acara Indikator Politik Indonesia secara virtual, Kamis (28/4).

"KPK juga, saya kira begini, KPK itu, KPK itu kalau dilihat secara kuantitatif, pekerjaan Pak Firli dan kawan-kawan itu tidak lebih jelek dari KPK sebelumnya,” ucap Mahfud.


Dia menambahkan, jumlah operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK dulu sangat dipersoalkan masyarakat. Kata Mahfud MD, saat ini Firli melakukan operasi tangkap tangan tidak mendapat serangan cibiran, justru mendapatkan dukungan.

"Jumlah OTT yang dulu dipersoalkan, sekian lama dulu bisa OTT sekian sekarang ini OTT terus. Pada awal-awal juga sudah tingkat menteri, DPR, Gubernur, Bupati semuanya diambil,” katanya.

Mantan Ketua MK ini menyebutkan bahwa ada satu unsur di KPK dalam penegakkan hukum yaitu mencegah terjadinya korupsi secara kuantitatif.

"Jadi yang potensial dikorupsi itu dibenahi, didatangi, diberi tahu, 'wah kamu nyusun kayak begini salah, ini potensi kerugiannya sekian' itu lebh dari Rp 580 triliun potensi yang (diselamatkan), unsur baru,” imbuhnya.

Namun, dikatakan Mahfud, banyak penilaian bahwa KPK dianggap sebagai produk rekayasa sehingga banyak kalangan masyarakat yang mencibir KPK.

“Padahal kalau mau ukuran kuantitatif itu tidak jelek, saya malah meyakini lebih bagus dari periode sebelumnya, kuantitatif ya. Terhadap jumlah tindakan, orang yang dihukum, yang tsk (tersangka), kemudian yang diselamatkan dan uang yang disetor kepada negara,” ucapnya.

Dalam pandangan Mahfud MD, kinerja KPK yang tidak jelek itu mampu mendongkrak persepsi publik secara umum tentang lembaga penegak hukum, termasuk KPK.

“Yang cibiran-cibiran itu menurut saya sama, hanya datang dari kelompok-kelompok tertentu yang memang selalu nyinyir di dalam berbagai hal, apapun salah,” tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya