Berita

Ferry Juliantono di acara diskusi Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI), Rabu (27/4)/RMOL

Politik

Ferry Juliantono Khawatir People Power Bisa Terjadi Jika Pemerintah Tak Dengar Suara Rakyat

KAMIS, 28 APRIL 2022 | 02:32 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI) kembali menggelar pertemuan para aktifis pro demokrasi sekaligus berbuka puasa bersama membahas situasi global di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (27/4).

Dalam pertamuan ini hadir sejumlah tokoh aktivis nasional, antara lain Rocky Gerung, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Ferry Juliantono, Faisal Basri, Bursah Zarnubi, Teguh Santosa, Roy Suryo, Usmad Hamid, Zaim Saidi, Herdi Sahrasad, Antonhy Budiawan, Ariady Ahmad, Yusuf Blegur, Abdullah Rasyid, dan Chandra Tirtawijaya.

Salah satu inisiator dan tuan rumah acara Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI), Ferry Juliantono mengatakan, sebenarnya oligarki yang lebih berkuasa dibandingkan pemerintahan.


Hal ini sudah teridentifikasi oleh kalangan mahasiswa, buruh, dan pekerja, dan disampaikan dalam berbagai aksi.

“Bukan hanya mahasiswa yang punya paradigma baru. Gerakan buruh dan pekerja itu juga sekarang punya paradigma yang baru. Mmereka bukan sekadar unionist yang menyangkut dengan isu normatif. Tapi mereka sudah mulai kumpul dan rapat bareng dengan mahasiswa masuk ke isu-isu nasional yang selama ini yang menjadi isu-nya mahasiswa," ujar Ferry dalam diskusi itu.

Menurut Ferry, gerakan buruh dan pekerja itu nanti bisa memenuhi jalanan negeri ini setelah lebaran dan jumlahnya bisa mencapai jutaan.

Bahkan ia memprediksi jika pemerintah abai dalam mendengar suara rakyat maka people power bisa saja terjadi.

“Semua kesulitan dan impitan ekonomi saat ini bisa menyebabkan 'people power' terjadi bila penguasa tidak dengar suara rakyat, suara buruh, pekerja dan mahasiswa, civil society serta kalangan umat Islam," pungkas Ferry yang juga adalah Sekjen Syarikat Islam.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Makna Filosofi Lampion Waisak 2026, Simbol Pencerahan, Harapan, dan Kedamaian

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:58

Standarisasi Kemasan Rokok Dinilai Berpotensi Merugikan Pedagang Kaki Lima

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:43

Soal Opini Bahlil yang Sebut Kurban Wajib bagi Setiap Muslim, Ini Respons Komisi Fatwa MUI

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:27

Harga Minyak Dunia Anjlok ke 92 Dolar AS

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:07

Rupiah Melemah, Biaya Liburan di Indonesia Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:36

Penyidik Dalami Dokumen Ekspor Sawit, Kasus Under Invoicing Terus Bergulir

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:24

IHSG di Akhir Mei 2026 Tertekan, Asing Net Sell Jumbo Rp8,5 Triliun

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:16

Bukan Sekadar Kurban, Begini Cara Galeri 24 Sampaikan Makna Berbagi di Hari Raya

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12

Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 di Akhir Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:03

Opini Bahlil di Kompas Disoal: Tidak Tepat Samakan Kurban dengan Zakat Fitrah

Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:47

Selengkapnya