Berita

Mendiang mantan Presiden Kenya, Mwai Kibaki/Net

Dunia

Kenya Berduka, Mantan Presiden Mwai Kibaki Meninggal Dunia

SABTU, 23 APRIL 2022 | 01:46 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Kenya tengah berduka. Mantan Presiden Kenya, Mwai Kibaki, yang pernah memimpin negara Afrika Timur itu selama lebih dari satu dekade, dikabarkan meninggal dunia pada usia 90 tahun.

Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, yang mengumumkan langsung kematian Kibaki pada Jumat (22/4).

"Ini adalah hari yang menyedihkan bagi kami. Kami telah kehilangan seorang pemimpin besar," kata Kenyatta dalam sebuah pidato di televisi pemerintah, dikutip dari NDTV (22/4).


Banyak politisi Kenya, pemimpin Afrika, dan mantan penguasa kolonial Inggris lainnya yang ikut menyampaikan belasungkawa.

Rincian tentang kematian Kibaki belum diungkap secara resmi. Namun kesehatannya memang terus menurun sejak menderita kecelakaan mobil yang serius pada 2002.

Sejak itu dia telah keluar masuk rumah sakit dalam beberapa tahun terakhir.

Kenyatta mengatakan, pemakaman kenegaraan diperkirakan akan dilakukan pada Sabtu pagi waktu setempat (23/4).

Dia juga memerintahkan rakyat Kenya untuk melakukan berkabung nasional sejak Jumat hingga matahari terbenam pada hari Kibaki dimakamkan, dengan semua bendera di gedung-gedung publik dikibarkan setengah tiang.

Kibaki menjabat sebagai presiden ketiga negara itu dari Desember 2002 hingga April 2013. Ia mengambil alih kekuasaan otoriter Daniel arap Moi.

Pemerintahannya menyaksikan konflik yang paling keras dalam sejarah Kenya, ketika lebih dari 1.100 orang tewas dalam pertempuran etnis berdarah setelah pemilihan 2007.

Tetapi ia juga mengawasi penerapan konstitusi baru dengan reformasi yang bertujuan untuk mencegah kerusuhan semacam itu.

Kibaki meninggalkan warisan pertumbuhan yang kuat di pusat kekuatan ekonomi regional, meluncurkan proyek infrastruktur besar, dan meningkatkan sektor kesehatan dan pendidikan.

Namun pemerintahannya juga dirusak oleh korupsi yang merajalela. Bahkan pengeluaran APBN untuk proyek-proyek unggulannya justru berkontribusi pada utang negara yang bombastis.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya