Berita

Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Publika

Setelah AS Cs Walkout, Bagaimana Nasib KTT G20 di Indonesia?

JUMAT, 22 APRIL 2022 | 16:52 WIB | OLEH: ACHMAD NUR HIDAYAT

PERTEMUAN para pejabat tinggi keuangan G20 di Washington pada hari Rabu 20/4 kemarin AS, Kanada dan Inggris melakukan walkout dari pertemuan saat delegasi Rusia berbicara sebagai bentuk protes atas invasi Rusia ke Ukraina.

Mereka menganggap bahwa pertemuan di Washington adalah tentang dukungan terhadap ekonomi dunia yang mana invasi Rusia ke Ukraina ini menjadi ancaman besar bagi ekonomi global.

Kejadian tersebut mengindikasikan bahwa KTT G20 yang akan diselenggarakan di Bali kemungkinan akan bernasib sama bahkan terancam gagal dengan tidakhadirnya AS dan beberapa negara barat.


Tentunya Indonesia sebagai penyelenggara KTT G20 kali ini mempunyai tantangan besar untuk dapat mempertemukan semua anggota di KTT G20 ini.

Dalam hal ini Indonesia harus menyiapkan tim yang mempunyai segudang pengalaman dalam diplomasi yang mampu membangun strategi diplomasi dan narasi yang bagus untuk bisa membuat semua anggota hadir di pertemuan tersebut. Hindari gimik-gimik yang tidak perlu hanya untuk mendatangkan impresi dimata internasional yang belum tentu efektif dan relevan dalam situasi saat ini untuk bisa menambah performa KTT G20 yang akan datang.

Dengan tetap berpegang kepada konstitusi bahwa Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, dan keikutsertaan dalam menjaga perdamaian dunia menjadi salah satu national interest yang harus dicapai.

Harus ditekankan bahwa ketidakhadiran sebagian anggota dari poros barat tidak akan menjadikan situasi yang terjadi akan menjadi lebih baik. Sebaliknya dengan memutus komunikasi dengan pihak Rusia tentunya akan membuat permasalahan Rusia dan Ukraina ini akan jauh dari kata selesai. Tentunya KTT G20 harus dapat menghilangkan sumbatan komunikasi antara pihak-pihak yang bertikai dan menjadikan G20 sebagai katalisator untuk mempercepat akselerasi kearah perdamaian.

Untuk saat ini Indonesia akan dianggap berhasil menyelenggarakan KTT jika mampu menghadirkan semua anggota, walaupun tidak lebih jauh membahas solusi atas pertikaian Rusia dan Ukraina.

Penulis adalah pakar kebijakan publik, yang juga Ketua Pusat Studi Ekonomi Politik UPN Veteran Jakarta

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya