Berita

Senjata Artileri M198 Howitzer buatan AS/Net

Dunia

AS Kembali Kirim Paket Bantuan Militer ke Ukraina Senilai 800 Juta Dolar

JUMAT, 22 APRIL 2022 | 02:27 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan paket bantuan peralatan militer senilai 800 juta dolar AS untuk Ukraina, menyusul paket militer dengan nilai yang sama pada pekan lalu.

Berbicara dari Ruang Roosevelt di Gedung Putih pada Kamis (21/4), Biden berjanji untuk mengirim lusinan howitzer, 144.000 butir amunisi, dan drone taktis ke Ukraina, saat ia meminta Kongres AS untuk mendanai paket tersebut.

“Kami berada di masa kritis, di mana mereka (Rusia) akan mengatur panggung untuk fase berikutnya dari perang ini,” ujar Biden, dikutip dari Channel News Asia.


Biden di pertemuan itu mengisyaratkan, bahwa AS dan sekutunya akan bergerak secepat mungkin untuk memberi Ukraina peralatan dan senjata yang dibutuhkan.

Tetapi rinciannya dari paket terbaru ini masih dalam proses.

Paket senjata baru itu berukuran sama dengan yang diumumkan minggu lalu, senilai 800 juta dolar AS.

Paket pekan lalu itu termasuk sistem artileri, peluru artileri, pengangkut personel lapis baja dan kapal pertahanan pantai tak berawak.

Jika ditambah dengan nilai moneter paket minggu ini, AS secara total telah mengirim bantuan militer ke Ukraina sebesar 3 miliar dolar AS.

Bantuan ini datang ketika Rusia menyatakan bahwa ‘operasi militernya’ telah memasuki tahap baru. Mereka kini berusaha untuk "membebaskan" wilayah Donbas di Ukraina timur.

Sekutu Barat mengantisipasi kampanye Rusia terbaru ini dapat berlangsung berbulan-bulan.

Pasukan AS tidak berperang di Ukraina tetapi secara tidak langsung terlibat, mempersenjatai, melatih dan mendanai pasukan Ukraina.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya