Berita

Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin/RMOL

Politik

Cak Imin Terus Suarakan Penundaan Pemilu, Pengamat: Jelas Abaikan Kehendak Rakyat

SELASA, 19 APRIL 2022 | 16:29 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wacana penundaan Pemilu 2024 kembali disuarakan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Kali ini ia beralasan wacana ini adalah untuk melindungi Wakil Presiden KH Maruf Amin.

Sikap Cak Imin yang berubah-ubah tersebut, menurut pengamat politik Jamiluddin Ritonga, mengindikasikan bahwa isu penundaan pemilu tersebut hanya keinginan segelintir elite yang haus kekuasaan.

"Kelompok elite ini selalu mencari alasan yang berubah-ubah sebagai justifikasi (pembenaran) penundaan pemilu,” kata Jamiluddin lewat keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/4).


Mantan Dekan FIKOM IISIP ini menambahkan, yang disampaikan Cak Imin tersebut inkonstitusional dan bukan pula aspirasi rakyat Indonesia. Melainkan keinginan segelintir elite politik.

"Semua pembenaran yang dikemukakan Cak Imin jelas bertentangan dengan kehendak rakyat. Sebab, melalui berbagai survei, mayoritas rakyat Indonesia tidak menginginkan penundaan pemilu,” tegasnya.

Sehingga, Cak Imin yang gencar menyuarakan penundaan pemilu itu dinilai Jamiluddin telah mengabaikan kehendak rakyat.

"Sikap Cak Imin ini tentu sangat ironis, karena sebagai ketua umum partai seharusnya memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan justru mengabaikan dan meniadakannya,” demikian Jamiluddin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya