Berita

Raja Yordania Abdullah/Net

Dunia

Raja Yordania: Tindakan Israel Menyerang Masjid Al-Aqsa Merusak Prospek Perdamaian dan Solusi Dua Negara

SELASA, 19 APRIL 2022 | 08:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tindakan provokatif Israel terhadap jamaah Muslim di masjid Al-Aqsa Yerusalem dikecam Raja Yordania Abdullah. Ia mengatakan hal itu telah merusak prospek perdamaian antara kedua bangsa.

Sejumlah usaha dilakukan Raja Abdullah menyikapi serangan ppasukan bafu-baru ini, salah satunya mengadakan beberapa panggilan telepon denga para pemimpin Arab dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Kantor Berita Negara Petra melaporkan bahwa dia membahas pentingnya menghentikan semua tindakan ilegal dan provokatif Israel di Yerusalem yang melanggar status quo sejarah dan hukum di Masjid Al Aqsa dan mendorong ke arah eskalasi lebih lanjut.


"Langkah-langkah Israel sepihak di Wilayah Palestina dapat membahayakan solusi dua negara dan prospek perdamaian komprehensif, menyatakan penolakan terhadap upaya untuk mengubah status quo historis dan hukum di Yerusalem," katanya, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Selasa (19/4).

Pernyataan Raja datang ketika ketegangan Palestina-Israel meningkat karena bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Kekerasan di kompleks Al-Aqsa dimulai Jumat pagi dan telah melukai lebih dari 170 orang, sebagian besar warga Palestina.

Bentrokan kekerasan terjadi pada saat yang sensitif ketika bulan suci Ramadhan bertepatan dengan festival Paskah Yahudi.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya