Berita

Perdana Menteri Shahbaz Sharif/Net

Dunia

Dubes Pakistan: Shahbaz Sharif Sahabat Baik China, Hubungan Berbalut Besi Islamabad-Beijing Sudah Teruji

SELASA, 19 APRIL 2022 | 06:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pakistan sudah berganti kepemimpinan sejak Imran Khan digulingkan sebagai perdana menteri dan digantikan oleh Shahbaz Sharif awal April lalu. Sejak itu, kelanjutan hubungan Islamabad dan Beijing mulai dipertanyakan.

Namun, menurut Duta Besar Pakistan untuk China Moin ul Haque, hubungan baik kedua negara tidak berubah meskipun telah terjadi perubahan besar dalam pemerintahan Pakistan.

"Persahabatan berbalut besi antara China dan Pakistan telah teruji oleh waktu dan abadi, dan ada konsensus nasional yang lengkap di Pakistan tentang arti penting hubungan ini, terlepas dari perubahan dalam pemerintahan atau kepemimpinan," kata Haque kepada media China Global Times, Senin (18/4).


Haque mengatakan, sebagai teman lama Tiongkok, Perdana Menteri Sharif berharap dapat memperkuat kerja sama  dalam hal proyek Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC), pemulihan ekonomi Pakistan di tengah pandemi Covid-19, memerangi terorisme, dan pembangunan ekonomi di Afghanistan.

"Perdana Menteri Shahbaz Sharif adalah teman lama China. Sebagai politisi terkemuka Pakistan, dia telah memberikan jasa yang berharga untuk memperkuat persahabatan Pakistan-China. Dia menyukai perkembangan dan kemajuan ekonomi China yang cepat dan telah bekerja sama dengan pemerintah China untuk menyelesaikan banyak  proyek CPEC," kata utusan itu.

Sharif terkenal dengan komitmennya yang kuat terhadap penyelesaian tepat waktu proyek-proyek CPEC. Dalam masa jabatan terakhirnya sebagai Ketua Menteri Punjab, ia tidak hanya memberikan dukungan politik tetapi juga memantau dan mempercepat pelaksanaan semua proyek infrastruktur dan energi di Punjab.

Proyek CPEC yang akan diprioritaskan oleh pemerintah baru Pakistan, dan pertanian akan tetap menjadi prioritas pemerintah.

“Kami juga akan terus membuat kemajuan pesat dalam pengembangan Pelabuhan Gwadar dan Zona Perdagangan Bebas untuk mempromosikan konektivitas regional dan integrasi ekonomi,” tambahnya.

Beberapa media India mengatakan pemerintah baru Pakistan menghadapi tantangan ekonomi. Terkait dengan itu, Dubes mengatakan kesulitan ekonomi ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, dan disusul dengan krisis Ukraina yang semakin memperparah masalah ekonomi. Rantai pasokan terganggu dan harga komoditas melonjak. Pakistan juga telah terpukul dan menghadapi tekanan ekonomi dan keuangan.

"Sebagai mitra dagang terbesar Pakistan dan sumber utama investasi asing langsung, China menempati posisi penting bagi kebangkitan ekonomi Pakistan dan agenda pembangunan jangka panjang," kata Haque.

“Kami berharap investasi oleh perusahaan milik negara dan perusahaan swasta China akan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi Pakistan dan menciptakan lapangan kerja. Sebagai negara agraris terkemuka, Pakistan berharap dapat memperluas ekspor produk pertanian dan makanannya ke China," ujarnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya