Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, mengirim sinyal soal Pilpres 2024/RMOL

Politik

Kerap Ditanyai Akar Rumput Soal Capres 2024, Begini Jawaban AHY

MINGGU, 17 APRIL 2022 | 19:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Setiap kali bertemu kader akar rumput, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku kerap ditanyai soal kesiapannya menjadi calon presiden 2024 mendatang.

Dan, di hadapan Ketua Dewan Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam malam silaturahmi dan kontemplasi Partai Demokrat di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/4), AHY pun mulai memberikan sinyal.

“Mohon izin bapak SBY dan bapak ibu semua, tidak henti-henti menyuarakan dan bertanya kepada saya, apakah akan maju pada Pemilu 2024. Mumpung ada media dan selalu ditanya, begini jawaban saya,” ucap AHY di lokasi, seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL.


AHY menganalogikan bahwa untuk maju dalam Pilpres 2024, ia memiliki dua topi dalam konteks peran dan kapasitasnya saat ini. Yang pertama, kata AHY, topi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang telah diamanahkan melalui Kongres V Partai Demokrat pada 2020 lalu.

"Tentu sebagai Ketum Partai Demokrat, saya akan memimpin langsung ikhtiar kita bersama untuk memastikan terbentuknya tiket atau perahu koalisi 20 persen presidential threshold yang menang ditetapkan menuju Pemilu 2024,” ucapnya.

Untuk mendapatkan tiket secara konstitusional, AHY akan melakukan safari politik kepada sejumlah partai dan stakeholder terkait agar dapat maju di 2024.

“Saya akan membuka komunikasi politik secara aktif dengan semua stakeholder, para pimpinan partai politik, para mitra berdemokrasi tanpa kecuali, semua saya akan datangi. Saya akan membangun hubungan yang baik, kita membuka semua saluran komunikasi tersebut,” tuturnya.

Dia menambahkan, Partai Demokrat tidak memiliki beban dalam menjalin silaturahmi dan komunikasi seperti itu, dan tentunya tidak mempunyai beban menjalani koalisi seperti apapun pada 2024 mendatang.

"Yang terpenting bagi Partai Demokrat, koalisi yang terbentuk adalah koalisi yang memiliki visi dan program atau platform untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat,” kata AHY.

"InsyaAllah, jika kita terus memperjuangkan kepentingan rakyat, maka koalisi ini akan menjadi koalisi pemenang. Sebaliknya, jika kita hanya ingin kekuasaan dan bagi-bagi kekuasaan, maka tentu rakyat juga tidak bisa menerima dengan baik,” imbuhnya.

Yang kedua, lanjut AHY, topi dalam kapasitasnya sebagai pribadi. Dia akan siap maju dala Pilpres 2024 jika mendapatkan kesepakatan dari para pimpinan partai koalisi dan rakyat.

"Apakah saya akan maju sebagai capres-cawapres 2024? Saya menyampaikan dalam bulan suci Ramadhan ini, semua itu tentu tidak hanya bergantung pada kesepakatan para pimpinan partai koalisi, tetapi lebih pada kehendak rakyat,” tegasnya.

"Dan yang mahapenting lagi, mari kita serahkan ini, serahkan ini semua kepada Allah SWT, sang maha pencipta. Kita hanya bisa berusaha berbagai manusia, kita hanya bisa berikhtiar sungguh-sungguh mempersiapkan diri, insyaAllah, saya terus mempersiapkan diri dan mengembalikan kejayaan Partai Demokrat,” demikian AHY.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya