Berita

Warga berhasil mendapatkan perangko edisi khusus yang menggambarkan kapal perang Rusia yang kalah dirudal Ukraina/Net

Dunia

Perangko Bergambar Kapal Perang Rusia yang Rusak Dirudal Ukraina Jadi Barang Koleksi Bersejarah

SABTU, 16 APRIL 2022 | 15:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Antrean panjang di depan kantor pos pusat masih terjadi, sama seperti hari sebelumnya. Warga Ukraina rela menunggu berjam-jam demi untuk mendapatkan perangko khusus yang menggambarkan kemenangan tentara Ukraina.

Yury, 22 tahun, mengaku harus mengantri lebih dari dua setengah jam. Ia membeli 30 perangko sekaligus. Wajahnya terlihat puas saat berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya meski harus berdesakan.

"Kapal itu adalah yang terbesar yang mereka (Rusia) miliki. Mereka banyak bertaruh dan kami menghancurkannya!" kata Yury.


"Ini adalah fase baru perang, salah satu kemenangan!" tambahnya, seperti dikutip dari AFP.

Mungkin itu juga yang menjadi alasan bagi warga lainnya. Ukraina-Rusia dilanda perang selama hampir dua bulan dengan kerugian di kedua belah pihak.

Kapal rudal Rusia, Moskva, yang merupakan kebanggaan pasukan Rusia, menjadi terkenal di awal invasi di mana kru kapal tersebut menyerbu penjaga perbatasan Ukraina dan meminta mereka menyerah. Pasukan penjaga perbatasan Ukraina menolak untuk menyerah. Serangan pun terjadi.

Pasukan Ukraina mengklaim telah membombardir kapal Moskva dengan rudal yang menyebabkan kapal tersebut rusak parah, sementara pihak Rusia mengatakan, kapal tersebut mengalami kebakaran muncul karena amunisi di dalam kapal meledak.

Pada Kamis (14/4), pasukan Rusia mencoba mengevakuasi kapal yang rusak itu untuk kembali ke pelabuhan, namun gagal. Kapal tersebut malah tenggelam.

Peristiwa itu sontak melahirkan sorak sorai bagi Ukraina. Menjadikan persitiwa itu sebagai simbol perlawanan Ukraina terhadap serangan Rusia.

Layanan pos Ukraina kemudian membuat kompetisi untuk mengilustrasikan peristiwa itu. Pada Jumat pagi, perangko itu diluncurkan, dan warga telah mengantre hanya beberapa saat ketika layanan pos mengumumkan peluncurannya.

Perangko itu bergambar seorang tentara Ukraina yang berdiri mengacungkan jarinya, membuat gerakan tangan yang tidak senonoh ke arah kapal Moskva di depannya di Laut Hitam Rusia. Perangko itu menjadi barang koleksi bagi orang Ukraina yang melihatnya sebagai tanda "kemenangan".

Di kantor pos pusat di ibu kota Kyiv, ratusan warga Ukraina dari segala usia terlihat mengantre berjam-jam untuk mendapatkan satu dari satu juta eksemplar yang dicetak sejauh ini.

Perangko ini menjadi berita hit. Terjual habis di banyak kantor pos dan dijual kembali secara online.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

KPK Segel Sejumlah Lokasi Usai OTT Pemalang

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:59

Bupati Pemalang Diduga Terima Uang Proyek hingga Jual Beli Jabatan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:52

Prabowo Minta Pamong Praja Tinggalkan Birokrasi Berbelit, Utamakan Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:47

Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK Saat Berada di Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:40

Piala Dunia Dongkrak Penjualan, Coca-Cola Naikkan Target Laba 2026

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:34

Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:32

Kaesang Punya Loyalis Tapi PSI Belum Tentu Lolos Senayan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

Penasihat PWI Pusat Minta Laporan Polisi terhadap Hotman Paris Dilanjutkan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

OTT Pemalang, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:26

Prabowo Bangga Lulusan Terbaik IPDN Berasal dari Keluarga Buruh hingga Petani

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:15

Selengkapnya