Berita

Sistem Pertahanan Rudal Rusia S-400/Net

Dunia

Di Tengah Perang dengan Ukraina, Rusia Kirim Sparepart Sistem Rudal S-400 ke India

SABTU, 16 APRIL 2022 | 02:58 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Di tengah perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina, India telah menerima simulator dan peralatan lain dari Moskow. Pengiriman itu untuk skuadron pelatihan sistem rudal pertahanan udara S-400.

Kementerian Pertahanan India mengkonfirmasikan kepada ANInews, Jumat (15/4), pengiriman kedua dari sistem rudal adalah hanya mencakup simulator dan peralatan terkait pelatihan lainnya. Itu tidak termasuk rudal atau kendaraan peluncur.

“Pasukan pertahanan telah menerima pengiriman dari Rusia baru-baru ini dan masih berlanjut. Sejauh ini, tidak ada kesalahan pasokan untuk pasukan kami,” ujar pejabat India anonim kepada ANInews, Jumat (15/4).


"Namun, ada kekhawatiran apakah pasokan ini dapat berlanjut dengan cara yang sama karena pihak India tidak dapat melakukan pembayaran kepada perusahaan-perusahaan Rusia ini mengingat sanksi yang terkait dengan bank mereka," tambahnya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa pihak India dan Rusia sedang bekerja untuk menemukan cara mengatasi masalah ini.

Pasokan terbaru dari Rusia ini termasuk overhaul mesin pesawat tempur dan suku cadang untuk armada pesawat India. Pengiriman ini tiba melalui jalur laut.

India adalah salah satu konsumen terbesar persenjataan Rusia. Hal ini dibuktikan pada platform utama militernya, seperti jet tempur, pesawat angkut, helikopter, kapal perang, tank, kendaraan tempur infanteri dan kapal selam.

Angkatan Udara India sangat bergantung pada pasokan Rusia karena armada andalannya menggunakan pesawat Su30 Rusia bersama dengan helikopter Mi-17.

Angkatan Darat India juga sepenuhnya bergantung pada armada tank T-90 dan T-72 asal Rusia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya