Berita

Pasukan IRGC yang membawa poster mendiang Jend. Qasem Soleimani /Net

Dunia

Komandan IRGC: Soleimani Tak Akan Terbalas Dendamnya, Meski Seluruh Pejabat AS Dihilangkan dari Muka Bumi

KAMIS, 14 APRIL 2022 | 20:02 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Kisruh negosiasi kesepakatan nuklir iran 2015 (JCPOA) yang tak kunjung usai selama 11 bulan ini membuahkan kekesalan dari pihak Iran.

Setelah Amerika Serikat baru-baru ini mengatakan bahwa Garda Revolusi Iran (IRGC) tidak dapat dilepas dari daftar teroris asing AS, Komandan senior IRGC mengatakan, meskipun seluruh petinggi AS dihilangkan dari muka bumi, itupun tidak dapat membalas jasa dan rasa dendam IRGC oleh pembunuhan Komandan Tinggi Pengawal Revolusi Iran, Qassem Soleimani dua tahun lalu.

"Martir Soleimani adalah karakter yang hebat sehingga jika semua pemimpin Amerika terbunuh, ini masih tidak akan membalas pembunuhannya," ujar komandan senior IRGC, Mohammad Pakpour seperti dikutip oleh IRNA, Rabu (13/4).


"Kita harus membalasnya dengan mengikuti jalan Soleimani dan melalui metode lain," tambahnya.

Komentar Pakpour muncul beberapa hari setelah Jenderal Angkatan Darat AS, Mark Milley, mengatakan bahwa dia tidak mendukung penghapusan Pasukan Quds Iran, bagian dari Pengawal Revolusi (IRGC), dari daftar organisasi teroris asing, seperti yang diminta oleh Iran dalam nego JCPOA.

AS dan Iran hampir konflik besar-besaran pada tahun 2020 setelah pembunuhan Soleimani dalam serangan drone AS di bandara Baghdad, disaat itu Iran juga melakukan pembalasan dengan menyerang pangkalan AS di Irak.

Pemerintahan AS era Presiden Donald Trump mengatakan Soleimani menjadi sasaran karena merencanakan serangan di masa depan terhadap kepentingan AS dan dia telah membantu mengoordinasikan serangan terhadap pasukan Amerika di Irak di masa lalu melalui proksi milisi.

Trump kemudian mengabaikan kesepakatan di mana Iran telah setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi keuangan internasional, dan Iran menganggap itu sebagai penistaan diplomasi antar kedua pihak. Kini, AS dibawah Presiden Joe Biden bertujuan untuk memulihkannya.

Hampir satu tahun pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat terhenti sejak Maret, baik Teheran dan Washington saling menyalahkan karena gagal menyelesaikan masalah yang tersisa. Salah satu pertanyaan yang belum terselesaikan adalah apakah AS akan menghapus IRGC dari daftar teroris asingnya.

Washington telah mempertimbangkan untuk menghapus IRGC dari daftar hitam organisasi teroris asingnya sebagai imbalan atas jaminan Iran tentang mengekang pengaruh pasukan elit tersebut di Timur Tengah.

Para kritikus yang setuju melepas IRGC dari daftar, serta mereka yang terbuka dengan gagasan itu, mengatakan bahwa tindakan itu akan memiliki sedikit efek ekonomi karena sanksi AS lainnya memaksa kekuatan global untuk menghindari kelompok itu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya