Berita

juru bicara Presiden Turki, Ibrahim Kalin/Net

Dunia

Jubir Erdogan: Akibat Konflik Ukraina, Dunia Memasuki Era Baru Perang Dingin

KAMIS, 14 APRIL 2022 | 11:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah ramalan suram terkait krisis Rusia-Ukraina disampaikan juru bicara Presiden Turki, Ibrahim Kalin. Ia menyebut konflik di Ukraina telah menyebabkan era baru Perang Dingin dengan konsekuensi yang akan berlangsung selama beberapa dekade.

Pernyataan tersebut disampaikan Kalin di akun Twitternya pada Rabu (13/4), membahas krisis Ukraina yang menurutnya telah semakin dalam dan bisa menyebabkan kerugian strategis yang besar dan drama kemanusiaan.

“Kita telah memasuki era baru perang dingin. Efek perang ini akan berlangsung selama beberapa dekade,” tulisnya, seperti dikutip dari RT, Kamis (14/4).


Sejak peluncuran serangan Moskow pada 24 Februari, Turki telah memegang posisi 'netral', mendesak pembicaraan damai, memperingatkan Barat agar tidak mengisolasi Rusia dan berusaha bertindak sebagai mediator antara Moskow dan Kiev.  

Tidak seperti anggota NATO yab5g lain, Ankara telah menolak untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan terus membuka saluran diplomatiknya dengan kedua belah pihak.

Selama beberapa minggu terakhir, yang telah menyaksikan ketegangan antara Rusia dan Barat tumbuh secara dramatis, kekhawatiran tentang ancaman 'Perang Dingin baru' telah disuarakan oleh banyak pihak.  

Sementara AS dan sekutunya terus menyerukan "isolasi" Rusia sebagai tanggapan atas tindakan negara itu di Ukraina, Presiden Vladimir Putin mengatakan pada hari Selasa bahwa tidak ada negara yang dapat mempertahankan dominasi penuhnya sekarang, karena dunia telah menjadi "jauh lebih kompleks daripada dulu selama Perang Dingin.”

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya